Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Empat Bulan Berjibaku Padamkan Api, Manggala Agni Monitor Kondisi Tim
Tim gabungan saat berjibaku melakukan pemadaman di wilayah OKI. (Dok. Manggala Agni)
  • Tim Manggala Agni di Sumatra Selatan telah berbulan-bulan memadamkan karhutla yang bisa meluas akibat bara api dan perubahan arah angin, meski menghadapi cibiran publik.

  • Paparan asap di lokasi kebakaran memicu gangguan kesehatan bagi sejumlah personel, terutama yang tinggal di tenda lapangan, sehingga sebagian membutuhkan waktu pemulihan.

  • Balai Dalkarhut memantau kesehatan personel melalui pemeriksaan harian, dukungan medis dan obat, oksigen, skema evakuasi, serta rotasi lokasi tugas dan waktu istirahat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Panas bara api dan perubahan arah angin dapat membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas secara tiba-tiba. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus ancaman bagi anggota Manggala Agni yang berjibaku memadamkan api di tengah lahan yang terbakar.

Di tengah upaya pemadaman, mereka juga tak jarang menghadapi cibiran masyarakat yang merasa penanganan karhutla belum maksimal, terutama ketika asap mulai menyelimuti permukiman. Meski demikian, para anggota Manggala Agni tetap menjalankan tugasnya di lapangan, kerap tanpa sorotan di tengah perjuangan memadamkan api.

"Kadang sedih juga melihat komentar-komentar negatif, seolah-olah kami tidak bekerja. Padahal sudah sejak beberapa bulan lalu kami padamkan api, tak kenal lelah walaupun bahaya mengintai," ungkap Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra Ferdian Krisnanto, Jumat (9/10/2026).

1. Tuntaskan kebakaran agar api tak meluas

Tim gabungan saat berjibaku melakukan pemadaman di wilayah OKI. (Dok. Manggala Agni)

Ferdian mengungkapkan, tim pemadam yang beroperasi di Sumsel saat ini masih terus berjibaku tanpa kenal lelah. Setiap kendala yang dihadapi dituntaskan dengan tujuan agar kebakaran tak meluas, dan kondisi udara tak memburuk.

Di balik itu semua, anggota pemadaman juga menghadapi tantangan kesehatan. Asap di lokasi kebakaran turut mengancam kesehatan mereka. Tak sedikit yang harus sakit dan membutuhkan waktu untuk pemulihan karena berada di lokasi kebakaran.

"Kawan-kawan Manggala Agni di lapangan mulai banyak mengalami gangguan kesehatan, apalagi yang berada di tenda-tenda lokasi karhutla," jelasnya.

2. Pastikan kesehatan anggota terjaga

Lokasi kebakaran lahan di Sumsel (Dok: Manggala Agni)

Ferdian menyebutkan, hingga saat ini belum ada anggota Manggala Agni yang membutuhkan penanganan medis lanjutan. Untuk menjaga kondisi personel, tim menerapkan pengaturan pergerakan di lapangan, terutama di lokasi karhutla yang semakin kering dan sulit mendapatkan sumber air.

Sebelum memulai pemadaman pada pagi hari, kondisi kesehatan setiap personel juga diperiksa oleh tim medis lapangan. Mereka turut menyiapkan obat-obatan ringan, oksigen, serta skema evakuasi sebagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan kesehatan selama bertugas.

"Pastinya, cek kesehatan dilakukan. Kami ada tim pendukung kesehatan dan logistik obat, kemudian rollingan pastinya ya," kata dia.

3. Bersyukur penanganan karhutla tertangani

Tim gabungan saat berjibaku melakukan pemadaman di wilayah OKI. (Dok. Manggala Agni)

Ferdian memastikan, kondisi kesehatan tim di lapangan terus dilaporkan untuk memastikan operasi pemadaman berjalan lancar. Para anggota Manggala Agni pun rutin menjalani pergantian lokasi tugas, sekaligus masa istirahat diatur untuk memastikan kondisi mereka tetap sehat.

"Alhamdulillah, masih tertangani, masih dilindungi dan diberkahi. Walaupun pasti ada gangguan kesehatan," sambung Ferdian.

Curated For You

Editorial Team

Related Article