Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ekonomi Sumsel Diprediksi Melambat Jelang Idul Adha 2026
Kepala BI Sumsel Bambang Pramono (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Kepala BI Sumsel memprediksi pertumbuhan ekonomi daerah melambat jelang Idul Adha 2026 akibat ketidakstabilan neraca perdagangan global dan pelemahan nilai tukar rupiah.
  • Perlambatan ekonomi berpotensi memicu kenaikan inflasi pada sejumlah komoditas, namun BI tetap menargetkan pertumbuhan di kisaran 5,4–5,7 persen dengan upaya menjaga stabilitas harga.
  • Kinerja APBN Sumsel kuartal pertama 2026 menunjukkan penguatan lewat konsumsi domestik dan belanja pemerintah Rp2,91 triliun, meski realisasi Transfer ke Daerah sedikit melambat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan diperkirakan melambat menjelang Lebaran Idul Adha 2026 akibat kondisi perdagangan global yang belum stabil dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  • Who?
    Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Sumatera Selatan Bambang Pramono serta Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumsel Rahmadi Murwanto menyampaikan kondisi dan target pertumbuhan ekonomi daerah.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, mencakup wilayah ekonomi regional yang berada di bawah pengawasan Bank Indonesia dan DJPb setempat.
  • When?
    Keterangan disampaikan pada Senin, 4 Mei 2026, menjelang perayaan Idul Adha yang akan berlangsung pada 27 Mei 2026 mendatang.
  • Why?
    Perlambatan terjadi karena lesunya aktivitas niaga global, ketidakstabilan finansial nasional, serta pelemahan kurs rupiah yang memengaruhi daya beli dan ekspor komoditas daerah.
  • How?
    Pemerintah daerah bersama Bank Indonesia berupaya menjaga pertumbuhan tetap dalam kisaran 5,4–5,7 persen melalui penguatan konsumsi domestik dan dukungan fiskal dari APBN untuk menahan tekanan inflasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Sumsel, katanya ekonomi jalan agak pelan waktu mau Lebaran Idul Adha nanti. Pak Bambang dari Bank Indonesia bilang ini karena jual beli dunia lagi nggak stabil dan uang dolar mahal. Tapi mereka mau tetap bikin ekonomi tumbuh sekitar lima persen. Sekarang belanja orang di sini masih lumayan kuat, jadi ekonomi masih bisa jalan terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Sumatra Selatan, Bambang Pramono, memprediksi pertumbuhan ekonomi daerah akan mengalami perlambatan jelang Lebaran Idul Adha 2026 pada 27 Mei nanti. Kondisi ekonomi yang melambat, katanya, disebabkan oleh kondisi neraca perdagangan global yang belum stabil.

"Sumsel kita lihat, prediksinya (pertumbuhan ekonomi) masih tumbuh, tapi mayoritas pergerakan melambat," ujarnya, Senin (4/5/2026).

1. Pertumbuhan ekonomi ditarget dalam kisaran 5,4-5,7 persen

Bank Indonesia Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Secara umum, perlambatan pertumbuhan ekonomi juga didorong oleh kondisi niaga yang lesu, finansial negara yang tidak stabil, hingga pengaruh pelemahan nilai tukar mata uang. Apalagi katanya, berdasarkan kurs Bank Indonesia secara nasional pada 4 Mei, nilai jual di angka Rp17.464,89 sementara untuk beli senilai Rp17.291,11 per dolar AS.

"Meski kita melihat pola yang melambat, kita menargetkan pertumbuhan ekonomi dalam rentang yang baik, kisaran 5,4-5,7 persen," kata Bambang.

2. Upayakan range pertumbuhan angka ekonomi Sumsel meningkat

Kepala Bank Indonesia Sumsel Bambang Pramono (Dok. BI Sumsel)

Lebih lanjut, ia menyampaikan kondisi ekonomi yang diperkirakan melambat dapat berdampak pada pergerakan inflasi atau kenaikan harga pada sejumlah komoditas. Apabila inflasi naik secara signifikan, pertumbuhan ekonomi menunjukkan pergerakan negatif.

Sebab jika inflasi terlalu tinggi dan berlangsung panjang hingga angkanya melampaui batas tak wajar dan tidak terkendali, maka ekonomi akan terhambat.

"Tapi kita upayakan supaya range (target pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen) bisa meningkat dari nilai sebelumnya," jelas dia.

3. Aktivitas ekonomi Sumsel relatif stabil didorong penguatan konsumsi domestik

ilustrasi ekonomi (vecteezy.com/witsanu singkaew)

Sementara berdasarkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Sumsel, pada kuartal pertama 2026, aktivitas ekonomi menunjukkan penguatan yang didorong oleh konsumsi domestik. Yakni, meski dihadapkan pada tantangan pelemahan ekspor komoditas global, instrumen fiskal tetap menyokong daya beli masyarakat dan investasi.

Menurut Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, Rahmadi Murwanto, APBN tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama di tengah ketidakpastian global dan tekanan inflasi.

"Belanja pemerintah mencatat pertumbuhan positif sebesar Rp2,91 triliun yang dipicu peningkatan belanja modal serta belanja pegawai. Namun, untuk sektor Transfer ke Daerah (TKD), terjadi sedikit perlambatan dengan realisasi sebesar Rp6,59 triliun. Penurunan ini dipengaruhi oleh penyesuaian alokasi secara nasional," kata Rahmadi.

Editorial Team