ilustrasi ekonomi (vecteezy.com/witsanu singkaew)
Sementara berdasarkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Sumsel, pada kuartal pertama 2026, aktivitas ekonomi menunjukkan penguatan yang didorong oleh konsumsi domestik. Yakni, meski dihadapkan pada tantangan pelemahan ekspor komoditas global, instrumen fiskal tetap menyokong daya beli masyarakat dan investasi.
Menurut Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, Rahmadi Murwanto, APBN tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama di tengah ketidakpastian global dan tekanan inflasi.
"Belanja pemerintah mencatat pertumbuhan positif sebesar Rp2,91 triliun yang dipicu peningkatan belanja modal serta belanja pegawai. Namun, untuk sektor Transfer ke Daerah (TKD), terjadi sedikit perlambatan dengan realisasi sebesar Rp6,59 triliun. Penurunan ini dipengaruhi oleh penyesuaian alokasi secara nasional," kata Rahmadi.