Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi buruh tani memanen getah karet.
Ilustrasi buruh tani memanen getah karet. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Intinya sih...

  • DPRD Sumsel mendorong investasi pabrik ban di wilayah tersebut, mengingat potensi karet yang luas dan belum termanfaatkan sepenuhnya.

  • Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, M Yansuri menilai keberadaan pabrik ban di Sumsel akan memberikan manfaat besar bagi daerah, termasuk peningkatan lapangan kerja dan PAD.

  • Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel mendorong penguatan industri karet lewat replanting atau peremajaan tanaman karet dan hilirisasi industri karet.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan perkebunan karet terluas di Indonesia mencapai 883,3 ribu hekatre (ha) pada tahun 2023. Jumlah kebun karet tersebut setara 25 persen luasan perkebunan karet nasional, yang berpotensi untuk menyerap investasi strategis, khususnya berbahan baku lokal.

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, M Yansuri menjelaskan, potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada belum termanfaatkan sepenuhnya. Hal ini seharusnya menjadi peluang sekaligus tantangan untuk mendorong pengembangan hilirisasi industri dari komoditas unggulan daerah.

"Berkaca dari investor yang membangun pabrik avtur dari bahan baku kelapa sawit, tidak ada salahnya Sumsel sebagai salah satu daerah penghasil karet terbesar menarik investor untuk membangun pabrik ban," ungkap Yansuri, Rabu (4/2/2026).

1. Pabrik ban akan disuplai bahan baku lebih dekat

Buruh tani memanen getah karet. Buruh tersebut mendapatkan upah 50 persen dari hasil penjualan getah yang dipanen. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Yansuri menjelaskan, Sumsel sempat memiliki pabrik ban di Intirub Palembang. Namun, seiring waktu, pabrik ban Intirub akhirnya berpindah ke Jakarta tanpa alasan yang jelas hingga kini.

"Dulu ada pabrik ban Intirub. Entah apa penyebabnya, pabrik itu akhirnya pindah ke Jakarta. Padahal bahan baku karet tersedia melimpah di Sumsel dan jaraknya dekat dengan sentra produksi," jelas dia.

2. Hilirisasi dapat tingkatkan PAD Sumsel

Getah Karet saat dikumpulkan (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dirinya menilai, dengan adanya pabrik pengelolaan karet di Sumsel maka pemanfaatan hilirisasi akan dirasakan daerah. Selain menekan biaya produksi, kedekatan dengan bahan baku berpotensi menyerap tenaga kerja lokal.

"Manfaatnya sangat banyak bagi Sumsel mulai dari pembukaan lapangan kerja, peningkatan PAD, hingga mendorong pertumbuhan masyarakat sekitar," jelas dia.

3. Apkrindo lihat peluang replanting dan hilirisasi di Sumsel

Petani karet Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Diberitakan sebelumnya Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel mendorong penguatan industri karet lewat dua jalan yakni, Replanting atau peremajaan tanaman karet dan hilirisasi industri karet. Langkah ini dinilai dapat menjadi solusi menyeluruh bagi kebun karet rakyat yang sudah tua dan tidak produktif.

"Jutaan hektare (ha) kebun karet rakyat saat ini sudah tua, rentan penyakit, dan produksinya menurun. Tanpa intervensi negara, replanting justru akan menjadi beban baru bagi petani," ungkap Sekjen Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian.

Tak hanya itu saja, proyek gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dinilai berpotensi mendorong hilirisasi industri karet di Indonesia. Kebijakan tersebut dapat menjadi motor penggerak industri kampung karet sekaligus meningkatkan nilai tambah karet rakyat.

"Program gentengisasi nasional ini jangan berhenti di tahap pemasangan genteng saja. Ini momentum untuk mendorong hilirisasi karet langsung dari kampung-kampung karet," jelas dia.

Rudi menjelaskan, wilayah Sumsel merupakan salah satu daerah penghasil karet terbesar di Indonesia. Hanya saja, permasalahan karet rakyat masih terkendala persoalan hilirisasi yang lamban.

Akibatnya pemanfaatan karet menjadi tidak maksimal, dimana hasil karet rakyat hanya menjadi bahan mentah semata. dengan nilai tambah rendah. Program gentengisasi nasional dilihat sebagai peluang besar untuk mengubah pola tersebut.

"Kita mengusulkan agar lateks karet alam, compound karet, dan bahan setengah jadi berbasis karet diproduksi langsung di kampung-kampung karet untuk kemudian digunakan sebagai bahan pencampur adonan genteng sebelum proses pencetakan," ungkap dia.

Editorial Team