Petani karet Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Diberitakan sebelumnya Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel mendorong penguatan industri karet lewat dua jalan yakni, Replanting atau peremajaan tanaman karet dan hilirisasi industri karet. Langkah ini dinilai dapat menjadi solusi menyeluruh bagi kebun karet rakyat yang sudah tua dan tidak produktif.
"Jutaan hektare (ha) kebun karet rakyat saat ini sudah tua, rentan penyakit, dan produksinya menurun. Tanpa intervensi negara, replanting justru akan menjadi beban baru bagi petani," ungkap Sekjen Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian.
Tak hanya itu saja, proyek gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dinilai berpotensi mendorong hilirisasi industri karet di Indonesia. Kebijakan tersebut dapat menjadi motor penggerak industri kampung karet sekaligus meningkatkan nilai tambah karet rakyat.
"Program gentengisasi nasional ini jangan berhenti di tahap pemasangan genteng saja. Ini momentum untuk mendorong hilirisasi karet langsung dari kampung-kampung karet," jelas dia.
Rudi menjelaskan, wilayah Sumsel merupakan salah satu daerah penghasil karet terbesar di Indonesia. Hanya saja, permasalahan karet rakyat masih terkendala persoalan hilirisasi yang lamban.
Akibatnya pemanfaatan karet menjadi tidak maksimal, dimana hasil karet rakyat hanya menjadi bahan mentah semata. dengan nilai tambah rendah. Program gentengisasi nasional dilihat sebagai peluang besar untuk mengubah pola tersebut.
"Kita mengusulkan agar lateks karet alam, compound karet, dan bahan setengah jadi berbasis karet diproduksi langsung di kampung-kampung karet untuk kemudian digunakan sebagai bahan pencampur adonan genteng sebelum proses pencetakan," ungkap dia.