Palembang, IDN Times - Presiden RI Prabowo Subianto sempat menyatakan dalam pidatonya bahwa penguatan nilai dolar AS tidak terlalu berdampak terhadap Indonesia, khususnya di wilayah desa. Sebab kata Prabowo, "rakyat di desa enggak pakai dolar,".
Namun, berdasarkan kondisi ekonomi, pernyataan tersebut perlu diluruskan. Karena apabila dolar AS makin menguat, imbas tetap akan dirasakan masyarakat Indonesia.
Menurut pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Sri Rahayu, akibat rupiah yang melemah, efek yang terjadi akan meluas dan menekan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Rupiah melemah artinya daya beli rupiah turun. Akibatnya, harga-harga sebenarnya naik. Ini akan berdampak juga pada masyarakat desa," ujarnya, Senin (18/5/2026).
