Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kadishub Sumsel Arinarsa (IDN Times/Rangga Erfizal)
Kadishub Sumsel Arinarsa (IDN Times/Rangga Erfizal)

Intinya sih...

  • Dishub Sumsel membantah terlibat pungli

  • Berharap Pemprov Sumsel tidak dikaitkan dengan mobil relawan asal Banten yang diduga menjadi korban pungli di kawasan Terminal Karya Jaya.

  • BPTD Kemenhub dalami video viral, belum ada bukti konkret petugas menerima uang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatra Selatan membantah anggotanya terlibat aksi pungutan liar (pungli) terhadap kendaraan pengangkut bantuan bencana di Sumatra. Kasus ini viral di media sosial, saat petugas berbaju dinas perhubungan menghentikan kendaraan relawan dan meminta sejumlah uang di depan Terminal Karya Jaya Palembang, Selasa 6 Januari 2026.

"Kami mengklarifikasi bahwasanya petugas atau personel Dinas Perhubungan Sumatra Selatan tidak ada yang terlibat di Terminal Karya Jaya," ungkap Kadishub Sumsel, Arinarsa, Sebtu (10/1/2026).

1. Berharap Pemprov Sumsel tidak dikaitkan

Mobil relawan asal Banten yang melintas di Palembang diduga menjadi korban pungli di kawasan Terminal Karya Jaya. Semula, para relawan dihentikan dan diminta menunjukkan kelengkapan surat seperti STNK dan SIM. Namun dokumen fisik KIR tertinggal. Akibatnya sopir diminta uang jalan yang besarannya ditentukan petugas.

"Sekali lagi kami tegaskan, bahwasanya tidak ada satupun petugas dari Dinas Perhubungan Sumsel yang diperbantukan atau dipekerjakan di Terminal Karya Jaya," jelas dia.

Arinarsa berharap klarifikasi ini, dapat meluruskan informasi yang beredar terkait institusi pemda yang dikaitkan dengan kabar pungli tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan kepercayaan publik terhadap institusi pemda.

2. Dishub Palembang juga bantah terlibat pungli

Viral Petugas Dishub Lakukan Pungli di Palembang (Tangkapan layar @sumsel.keras)

Bantahan serupa disampaikan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang Agus Prianto. Dalam keterangannya, Agus menduga petugas yang terlibat merupakan tim dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan di bawah Kementerian Perhubungan.

"Petugas itu bukan Dishub Palembang. Kami hanya mengarahkan kendaraan untuk transit karena belum masuk jam operasional kota," kata Agus.

3. BPTD Kemenhub dalami video viral

Sementara, Kepala Seksi Lalu Lintas BPTD Sumsel, John Lee menyampaikan akan menindaklanjuti informasi yang beredar. Dari kabar terbaru, BPTD Kelas II Sumatra Selatan telah mengamankan tiga petugas yang berada di lokasi kejadian untuk dimintai keterangan.

"Kami masih dalami kasus, sejauh ini belum ada bukti konkret yang secara jelas memperlihatkan petugas menerima uang," ujar John Lee.

Dia juga membantah narasi bahwa petugas menerima uang Rp50 ribu dalam video. Menurutnya, orang berbaju oranye yang terlihat menerima uang bukan petugas BPTD.

"Sosok itu adalah sopir kendaraan, bukan petugas kami," katanya.

John Lee menjelaskan, berdasarkan klarifikasi awal, kendaraan tersebut tidak dilengkapi atribut sebagai angkutan bantuan kemanusiaan dan tidak dapat menunjukkan bukti uji KIR.

"Walaupun membawa bantuan, kendaraan tetap wajib mematuhi aturan, termasuk uji KIR. Ini penting untuk keselamatan perjalanan," jelas dia.

Ke depan lanjut John Lee, dengan munculnya video dugaan pungli, diharapkan semua pengemudi kendaraan besar bisa memenuhi aturan. Sebab jika ada pelanggaran, BPTD tidak akan mentolerir.

"Jika nanti terbukti ada petugas yang bersalah, tentu akan kami beri sanksi sesuai ketentuan hukum dan jika masih ada pihak yang mencemarkan nama BPTD dengan tuduhan yang tak benar, kami akan tempuh langkah hukum," katanya.

Editorial Team