Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dishub Evaluasi Lahan Parkir Usai Kerap Kecolongan Jukir Liar
Minimarket Palembang di Sudirman-Sekip Masih Ada Jukir Liar (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

  • Dishub Palembang mulai evaluasi dan penertiban lahan parkir di empat zona kota untuk menekan maraknya juru parkir liar di area vital.
  • Seluruh Kepala UPTD Parkir akan dipanggil guna pendataan ulang agar pengelolaan parkir lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
  • Pemkot Palembang menegaskan komitmen memperbaiki sistem parkir resmi dengan peninjauan langsung ke lapangan sebelum mengambil langkah lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dinas Perhubungan Kota Palembang melakukan evaluasi, penataan, dan penertiban lahan parkir di berbagai wilayah setelah sering muncul juru parkir liar di area vital kota.
  • Who?
    Plt Kepala Dishub Palembang Heriyanto bersama jajaran Dishub serta pihak kepolisian terlibat dalam kegiatan penertiban dan pendataan ulang UPTD Parkir.
  • Where?
    Kegiatan dilakukan di empat zona wilayah Kota Palembang, meliputi zona barat, timur, selatan, dan utara, dengan fokus awal di zona timur.
  • When?
    Tindakan evaluasi dan penertiban berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026, dan akan berlanjut ke zona lain sesuai rencana Dishub.
  • Why?
    Langkah ini diambil karena pemerintah kota kerap kecolongan akibat keberadaan juru parkir liar yang menimbulkan keluhan masyarakat terkait ketertiban dan keamanan parkir.
  • How?
    Dishub memetakan lokasi parkir resmi, menggencarkan pengawasan lapangan bersama kepolisian, serta memanggil seluruh Kepala UPTD Parkir untuk pendataan ulang sistem pengelolaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banyak tukang parkir liar di Palembang, jadi orang Dishub mau rapikan tempat parkir. Pak Heriyanto bilang mereka sudah mulai kerja di bagian timur kota dan nanti ke tempat lain juga. Polisi ikut bantu supaya tidak ada lagi tukang parkir nakal. Sekarang mereka juga panggil semua kepala petugas buat hitung ulang tempat parkir resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang mulai melakukan evaluasi, penataan, dan penertiban lahan parkir di sejumlah wilayah. Langkah itu dilakukan karena pemerintah kota kerap kecolongan kehadiran juru parkir liar di titik vital.

"Untuk menertibkan kita gencarkan kegiatan di lapangan," ujar Plt Kepala Dishub Palembang, Heriyanto, Rabu (20/5/2026).

1. Penertiban lokasi parkir dan jukir liar libatkan pihak kepolisian

Minimarket Palembang di Sudirman-Sekip Masih Ada Jukir Liar (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Heriyanto mengatakan, dishub telah memetakan lokasi-lokasi protokol sebagai upaya pemkot dalam pengelolaan lahan parkir legal. Penertiban dilakukan di empat zona wilayah kota, yakni zona barat, timur, selatan dan utara.

Selain pemetaan lahan parkir, pemkot juga akan menggencarkan pengawasan serta tindakan lapangan terhadap temuan jukir liar.

"Sementara, tindakan penertiban sudah dilakukan di zona timur Palembang, dan ke depan akan dilanjutkan di zona lainnya bersama pihak kepolisian," jelasnya.

2. Wacanakan pendataan ulang di lapangan dari pemanggilan UPTD

Minimarket Palembang di Sudirman-Sekip Masih Ada Jukir Liar (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Heriyanto menegaskan, agar dishub tidak kecolongan dengan keberadaan parkir liar, seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) 0arkir akan dipanggil bersamaan.

"Ini dilakukan untuk melakukan pendataan ulang," kata dia.

Dirinya berharap, ke depan keberadaan jukir liar bisa berkurang dan pengelolaan parkir secara tertib bisa lebih baik dan memberikan kondisi aman serta nyaman.

3. Dishub lakukan peninjauan awal lebih dulu ke lapangan

Jukir liar di Alfamart dan Indomaret Jalan Brigjen Hasan Kasim Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Pemanggilan sejumlah UPTD lanjutnya, sebagai bentuk komitmen dan serius Pemkot Palembang untum memperbaiki sistem parkir resmi. Sebab kata dia, masyarakat kerap mengeluh soal keberadaan jukir liar yang lebih menunjukkan sisi premanisme ketimbang penataan area.

"Nanti saya panggil seluruh Kepala UPTD untuk pendataan ulang. Tapi yang jelas saya kan baru dan akan mengutamakan peninjauan di lapangan untuk data real dan bukan laporan tertulis," jelas Heriyanto.

Editorial Team