ilustrasi sakit tuberkulosis (freepik.com/jcomp)
Menurut Yudhi, penanganan TB tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut persoalan sosial dan ekonomi. Sebagian besar penderita TB berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah sehingga perbaikan lingkungan, gizi, dan kondisi ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam penanggulangan penyakit tersebut.
Sebagai langkah penguatan penanganan di tingkat masyarakat, Dinkes Palembang juga akan meluncurkan program Kelurahan Siaga TB pada Juni mendatang.
Program yang merupakan konsep dari Kementerian Kesehatan itu akan menggerakkan kader di tingkat kelurahan untuk membantu menemukan kasus TB, mengedukasi warga, hingga mendorong penderita agar mau memeriksakan diri dan menjalani pengobatan.
"Tahun ini, sedikitnya 20 kelurahan ditargetkan menjadi Kelurahan Siaga TB, terutama di wilayah dengan angka kasus tinggi seperti fi Sukarame dan Sako," jelasnya.