Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Salah satu santri Ponpes Al-Ittifaqiah jalani perawatan usai menyantap MBG. Korban mengeluh mual, pusing dan alami muntah (Dok: Keluarga pasien)
Salah satu santri Ponpes Al-Ittifaqiah jalani perawatan usai menyantap MBG. Korban mengeluh mual, pusing dan alami muntah (Dok: Keluarga pasien)

Intinya sih...

  • Ada 39 dapur SPPG di Ogan Ilir

  • Dinkes pantau langsung kondisi dapur SPPG di lapangan

  • Dapur penyedia menyatakan siap bertanggung jawab atas biaya pengobatan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ogan Ilir, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Ogan Ilir dalam waktu dekat segera melakukan tinjauan lapangan ke beberapa dapur SPPG di Kabupaten Ogan Ilir. Hal ini menyusul adanya laporan belasan santri Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah yang dilarikan ke Rumah Sakit Ar Royyan usai santap MBG dan komplain kesehatan menu MBG yang diterima para siswa.

Tak hanya itu, sampel dari menu MBG yang disantap santri pada hari itu juga telah dikirimkan ke BPOM dan lab di Palembang.

"Terkait adanya kabar dugaan siswa yang keracunan makan menu MBG. Kami dari Dinkes telah berkoordinasi dengan BGN Korwil OI dan kepolisian. Kini masih menunggu hasil dari uji lab," ujar Kepala Dinas Kesehatan Ogan Ilir, Suryadi.

1. Saat ini ada 39 dapur SPPG di Ogan Ilir

Ilustrasi ompreng MBG. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Suryadi menambahkan, saat ini ada 39 dapur SPPG yang menyiapkan menu MBG di Kabupaten Ogan Ilir. Sebelum beroperasi, beberapa dapur tersebut telah diuji kelayakan dan standar pelayanan kesehatan oleh Dinkes Ogan Ilir.

"Setelah dilakukan pemantauan dan pengawasan, Dinkes berwenang menerbitkan sertifikat layak sanitasi dan higienis saat dinyatakan layak beroperasi," terangnya.

2. Dinkes pantau langsung kondisi dapur SPPG di lapangan

SPPG menyiapkan paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Setelah syarat terpenuhi, Dinkes melalui pengawasan puskesmas juga melakukan pemantauan di beberapa dapur sesuai wilayahnya masing-masing. Dengan adanya laporan tersebut pihaknya tetap berencana akan melakukan sidak ke beberapa dapur SPPG di Ogan Ilir.

"Kami akan melihat dan memantau secara langsung bagaimana kondisi dapur SPPG di lapangan. Agar pengawasan lebih optimal dalam menyiapkan menu MBG yang mengutamakan aspek kesehatan dan kebersihan," tegasnya.

3. Dapur penyedia menyatakan siap bertanggung jawab atas biaya pengobatan

ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)

Sebelumnya, ke-15 santri diduga keracunan usai menyantap menu MBG yang dibagikan sebagai makan siang di pesantren pada Selasa (10/2/2026). Dari 15 orang yang diduga mengalami keracunan, sembilan di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan tujuh lainnya rawat jalan.

Humas Ponpes Al-Ittifaqiah, Ferry Heryadi membenarkan adanya 15 santri yang sakit usai menyantap MBG. Saat ini, pihaknya masih menunggu proses penyelidikan terkait dugaan keracunan yang menimpa 15 santri.

"Kami belum memastikan apakah ini keracunan MBG, tapi kasus ini sedang kami telusuri. Dapur penyedia menyatakan siap bertanggung jawab atas biaya pengobatan," ucapnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team