Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dana Rp30 Miliar Penanganan Karhutla di Sumsel, Digunakan untuk Apa?
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Pemprov Sumsel menggunakan stimulan sekitar Rp30 miliar dari pemerintah pusat untuk operasi penanganan karhutla, termasuk honor petugas lapangan, bukan pejabat daerah.

  • Dana dialokasikan untuk mobil tangki, pompa air, mobil damkar, serta kendaraan operasional yang mengangkut personel ke lokasi kebakaran.

  • Belanja peralatan wajib terkait pemadaman karhutla, melalui katalog atau tender umum, serta dipertanggungjawabkan dan diperiksa BPK setelah penggunaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Stimulan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekitar Rp30 miliar yang diterima Sumatra Selatan (Sumsel) mulai digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasi di lapangan.

Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan anggaran tersebut juga diperuntukkan bagi personel yang turun langsung menangani karhutla, bukan untuk honor pejabat daerah.

"Bantuan itu tidak bisa sembarangan kita belanjakan, dan harus akuntabel. Penggunaannya bisa juga diberikan untuk honor petugas yang operasi di lapangan bukan honor pejabat," ungkap Herman Deru, Selasa (28/9/2026).

1. Digunakan untuk pembelian mobil tangki hingga damkar

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Selain dukungan personel di lapangan, stimulan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasi pemadaman karhutla.

Deru menyebut salah satu pengadaan yang dilaporkan kepadanya adalah mobil tangki untuk menyuplai air ke lokasi kebakaran. Pemprov Sumsel, kata dia, akan membeli sekitar lima unit mobil tangki. "Yang kemarin saya mendapat laporan, ini membeli mobil tangki. Kalau Pemprov ini, kalau enggak salah, mobil tangkinya lima," ujarnya.

2. Anggarkan untuk keperluan di lapangan

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk membeli pompa air dan mobil pemadam kebakaran (damkar). Kendaraan operasional untuk membawa personel menuju lokasi karhutla juga menjadi bagian dari kebutuhan tersebut.

"Terus pompa air damkar juga. Beli juga damkar. Jadi mobil tangki beda nih, supply dan mobil damkar. Terus beli kendaraan yang untuk ke lapangannya, bawa personel," jelasnya.

Deru memastikan barang yang dibeli harus memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan pemadaman karhutla. "Uang itu hanya boleh dibelikan kalau barang yang berkenaan dengan peralatan pemadaman api, ya, bisa hutan, lahan, dan tidak boleh digunakan lain," tegasnya.

3. Klaim pengadaan tetap lewat prosedur

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

Meski dana tersedia, pemerintah daerah tidak langsung membelanjakannya. Deru mengatakan pengadaan barang tetap harus mengikuti mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah.

"Kalau dia belanja barang harus tender dulu, baik melalui katalog maupun tender umum. Jadi enggak bisa kita ada uang langsung belanja apa pun, enggak bisa, karena harus sesuai dengan prosedur," katanya.

Ia memastikan penggunaan dana tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan akan melalui mekanisme pemeriksaan pemerintah. "Itu akuntabel, diperiksa oleh BPK setelah dibelanjakan," ujarnya.

Pemprov Sumsel sebelumnya menerima stimulan sekitar Rp30 miliar dari pemerintah pusat melalui Kemenhut untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah Sumsel.

Curated For You

Editorial Team

Related Article