Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Daftar Korban Bus ALS, Proses Identifikasi di RS Bhayangkara Palembang
Kondisi bus ALS terbakar di Muratara. (Dok. IDN Times)
  • Kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara menewaskan 16 orang dan melukai 4 lainnya, seluruh korban dibawa ke RS Bhayangkara Palembang.
  • Sepuluh jenazah telah teridentifikasi sementara enam lainnya masih dalam proses forensik oleh tim DVI Polri untuk memastikan kecocokan data dan DNA korban.
  • Polda Sumsel menegaskan proses identifikasi serta penegakan hukum dilakukan secara profesional dan transparan dengan dukungan dokter dari Palembang dan Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
6 Mei 2026

Terjadi kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Musi Rawas Utara. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 4 lainnya selamat.

7 Mei 2026

Sebanyak 16 kantong jenazah korban tiba di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang sekitar pukul 05.10 WIB untuk proses identifikasi. Polisi merilis data awal bahwa total korban mencapai 20 orang dengan rincian 16 meninggal dunia, tiga luka berat, dan satu luka ringan.

kini

Tim forensik masih melakukan pencocokan identitas dan DNA terhadap enam korban yang belum teridentifikasi. Keluarga korban diminta menunggu hingga proses serah terima jenazah selesai dilakukan secara resmi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 4 lainnya selamat.
  • Who?
    Korban terdiri dari penumpang dan kru Bus ALS serta awak truk tangki Seleraya. Proses identifikasi dilakukan oleh tim DVI Polri bersama Polda Sumatera Selatan.
  • Where?
    Kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara. Proses identifikasi jenazah berlangsung di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada Selasa, 6 Mei 2026. Jenazah korban tiba di RS Bhayangkara Palembang pada Kamis pagi, 7 Mei 2026 sekitar pukul 05.10 WIB.
  • Why?
    Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai faktor pemicu tabrakan antara bus dan truk tangki tersebut.
  • How?
    Dua kendaraan bertabrakan di jalur lintas utama. Akibat benturan keras disertai kebakaran, sebagian besar korban mengalami luka bakar serius sehingga proses identifikasi memerlukan pencocokan DNA secara menyeluruh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada bus dan truk tabrakan di jalan besar di Sumatra. Banyak orang di dalamnya, ada yang meninggal dan ada yang selamat. Polisi dan dokter sekarang lagi cari tahu nama-nama orang yang meninggal di rumah sakit Palembang. Beberapa sudah diketahui, tapi yang lain masih dicek dengan DNA supaya tidak salah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Selatan merilis daftar nama korban kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), pada Selasa (6/5/2026) kemarin.

Total 16 korban meninggal dunia dan 4 orang dinyatakan selamat. Berdasarkan hasil identifikasi, 10 jenazah telah terverifikasi data dan identitas diri. Sementara 6 lainnya masih dal proses forensik tim Disaster Victim Identification (DVI).

"Kami memastikan proses penegakan hukum dan identifikasi korban dilakukan secara profesional serta transparan," ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya, Kamis (7/5/2026).

1. Satu korban BUS ALS mengalami luka ringan

identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Enam belas kantong jenazah korban meninggal dunia tiba di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, sekitar pukul 05.10 WIB pada 7 Mei 2026 untuk menjalani proses identifikasi menyeluruh.

"Hingga saat ini, tercatat total korban sebanyak 20 orang, terdiri dari 16 orang meninggal dunia, 3 orang luka berat, dan 1 orang luka ringan," jelasnya.

2. Proses pencocokan data korban cukup sulit karena luka bakar

identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara kata Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, bagi keluarga korban yang telah teridentifikasi, saat ini belum bisa langsung membawa pulang jenazah.

Sebab tim forensik bersama sejumlah dokter gabungan dari Palembang dan Jakarta masih harus mencocokkan identitas dan menyesuaikan DNA korban agar dalam proses serah terima jenazah berjalan lancar.

"Proses pencocokan data cukup sulit. Karena rata-rata korban mengalami luka bakar serius. Ini bukan soal durasi saja (pemeriksaan forensik) tapi menyamakan semua hasil pemeriksaan data dan identitas dari keluarga," kata dia.

3. Daftar nama korban Bus ALS

identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (Dok. Polda Sumsel)

Korban Meninggal Dunia Bus ALS

  1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau.

  2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Musi Rawas Utara.

  3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, warga Jawa Tengah.

  4. Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan.

  5. Maleh (42), kru Bus ALS, warga Medan.

  6. Relodo, penumpang Bus ALS.

  7. Zulkifli, penumpang Bus ALS.

  8. Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS.

  9. Rani, penumpang Bus ALS, istri Aldi Sulistiawan.

  10. Bela, penumpang Bus ALS, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani.

  11. Enam korban lainnya masih dalam proses identifikasi mendalam oleh Tim DVI Polri.

Korban Selamat

  1. Jumiatun (35), warga Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.

  2. Ngadiono (44), warga Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.

  3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.

  4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS, warga Riau — mengalami luka lecet atau luka ringan.

Editorial Team