Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cek 3 Keuntungan Pakai Gas Alam, Apa Bedanya dari LPG?
Ilustrasi pemasangan gas alam di Palembang (Dok. PGN untuk IDN Times)
  • Penggunaan gas alam membuat proses memasak lebih efisien hingga 20 persen karena tidak perlu mengganti tabung seperti LPG, cukup membuka keran agar gas mengalir terus menerus.
  • Dari sisi finansial, bisnis kuliner di Palembang merasakan peningkatan pelanggan dan operasional lebih praktis setelah beralih ke gas alam yang tersedia 24 jam tanpa khawatir kehabisan.
  • PGN rutin memeriksa instalasi pelanggan untuk menjaga keamanan, sementara penggunaan gas alam dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi karbon lebih rendah dibanding bahan bakar fosil lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemanfaatan gas alam di Palembang menunjukkan sejumlah keuntungan dibandingkan LPG, termasuk efisiensi waktu memasak, penghematan biaya operasional, serta kontribusi terhadap lingkungan yang lebih bersih.
  • Who?
    Deny John Santoso selaku pelanggan PGN dan Manajer Oplet Ijo, serta Muhammad Dimaz dari Pertamina Gas Negara (PGN) Area Palembang.
  • Where?
    Kegiatan dan penggunaan gas alam ini berlangsung di Kota Palembang, Sumatera Selatan.
  • When?
    Oplet Ijo mulai menggunakan gas alam sejak September 2025, dengan peningkatan konsumsi tercatat setelahnya.
  • Why?
    Pergantian ke gas alam dilakukan karena dinilai lebih efisien, praktis, ekonomis, dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan LPG berbasis tabung.
  • How?
    Gas alam disalurkan melalui jaringan pipa PGN langsung ke pelanggan dengan sistem meteran; PGN juga rutin memeriksa fasilitas untuk memastikan keamanan dan kelancaran distribusi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang di Palembang mulai pakai gas alam buat masak. Kata Pak Deny, masak jadi lebih cepat dan gak perlu ganti tabung lagi. Restoran juga jadi lebih ramai karena bisa masak terus tanpa takut gas habis. Petugas PGN sering cek supaya aman. Gas alam juga lebih bersih dan bantu jaga udara tetap baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Sebagian masyarakat, termasuk di Palembang, masih ada yang belum memahami perbedaan penggunaan gas alam dan LPG. Selain berbeda dari segi pemasangan dan komposisi kandungan, gas alam dan LPG juga memiliki perbedaan dari sisi pemasangan.

Lalu, apa saja keuntungan menggunakan gas alam daripada LPG? Apakah tertarik untuk mulai beralih dari LPG ke gas alam? Berikut IDN Times membagikan tiga keuntungan sederhana saat mulai menggunakan gas alam. Cek yuk!

1. Waktu menggunakan gas alam lebih efisien

ilustrasi gas alam (unsplash.com/@maxwbender)

Menurut salah satu pelanggan gas alam dari Pertamina Gas Negara (PGN) di Palembang, Deny John Santoso, keuntungan setelah beralih dari LPG ke gas alam yang pertama adalah memasak menjadi lebih efisien dan proses masak lebih singkat.

"Penggunaan gas tabung (LPG) cukup repot karena harus diganti setiap kali habis, tapi sejak beralih ke gas alam jaringan meteran, efisiensi pengelolaan sebagai bahan bakar untuk memasak naik hingga 20 persen," Deny, yang juga Manajer Oplet Ijo.

2. Gas alam mengalir 24 jam

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menjaga keandalan infrastruktur Stasiun Gas Bojonegara. (Dok. PGN).

Selain dari sisi waktu, efisiensi menggunakan gas alam juga dirasakan dari sisi finansial. Berdasarkan ulasan dari sektor bisnis kuliner, setelah memasang gas alam, konsumen yang datang ke tempat makan mengalami peningkatan.

Tak hanya karena inovasi restoran melakukan pembaruan menu, efek pemasangan gas alam yang mendorong waktu masak lebih cepat juga jadi salah satu faktor keuntungan usai beralih dari LPG.

"Jika restoran ramai, proses penggantian memakan waktu. Tapi setelah beralih ke jaringan gas alam, operasional lebih praktis. Kami tidak perlu lagi mengganti tabung ketika gas habis. Cukup dengan membuka keran, gas akan mengalir selama 24 jam dan siap digunakan kapan saja, tidak khawatir gas habis," kata dia.

Diketahui, Oplet Ijo mulai menggunakan gas alam sejak September 2025. Pada awalnya, konsumsi gas tercatat sekitar 800 meter kubik per bulan, kemudian meningkat menjadi 1.300 meter kubik per bulan. Ke depan, Oplet Ijo berencana meningkatkan status pelanggan dari pelanggan UKM menjadi pelanggan komersial, seiring dengan peningkatan penggunaan gas alam yang cukup signifikan.

3. Tarif penggunaan gas alam lebih murah bila pelanggan makin banyak

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina dengan kode saham PGAS, berhasil masuk Indeks TEMPO–IDNFinancials 52 Tahun 2025. (dok. PGN)

Sementara, kata Jr Analyst Area Support Area Palembang, Muhammad Dimaz, PGN rutin melakukan pengecekan meteran dan fasilitas pelanggan untuk memastikan keamanan serta kelancaran distribusi. Secara umum, penggunaan gas alam merupakan salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap langkah menjaga keramahan lingkungan.

Sebab katanya, gas alam adalah sumber energi yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya, sehingga pelanggan gas alam berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi karbon.

"Penggunaan gas alam ini memang lebih praktis, mudah dan murah, sebab makin banyak pelanggan menggunakan gas alam, maka tarifnya akan makin murah," kata Dimas.

Sedangkan jika dilihat dari perbedaan secara menyeluruh, perbedaan gas alam dan LPG terletak pada kandungan dan komposisi. Gas alam utamanya adalah metan, dan LPG adalah campuran propana dan butana. Kemudian, untuk distribusi, gas alam dialirkan via pipa PGN, sedangkan LPG menggunakan tabung.

Kemudian, dari perbedaan volume, gas alam lebih ringan dari udara; LPG lebih berat dari udara. Selanjutnya, dari sisi kandungan energi, LPG memiliki kandungan energi per volume yang lebih tinggi (lebih efisien) dibandingkan dengan gas alam.

Khusus segi keamanan, PGN tidak perlu dikhawatirkan. Sebab gas alam ketika bocor cenderung naik dan menyebar. Tetapi LPG, jika bocor, akan mengendap di lantai dan berisiko tinggi.

Editorial Team