Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi radikalisme (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi radikalisme (IDN Times/Mardya Shakti)

Intinya sih...

  • Mencegah penyebaran paham radikal di kampus melalui sosialisasi

  • Kampus menjadi potensi penyebaran paham radikal dan terorisme

  • Perdana mendapatkan sosialisasi tentang radikalisme dan terorisme di wilayah Sumbar dan Jambi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Densus 88 Anti Teror Polri melakukan kolaborasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X untuk mengantisipasi penyebaran paham radikal terhadap mahasiswa di Perguruan Tinggsi Swasta (PTS).

Kolaborasi yang dilakukan dalam bentuk sosialisasi bahaya paham radikal kepada para pemimpin PTS yang ada di Sumatra Barat agar dapat mewanti-wanti para mahasiswanya terhadap paham yang membahayakan kesatuan dan persatuan NKRI.

"Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini para petinggi di PTS yang hadir bisa memahami tentang paham radikal yang bisa saja menyentuh para mahasiswanya," kata Kasubdit Kontra Radikal Densus 88 AT Polri Kombes Pol Joko Dwi Harsono usai memberikan sosialisasi, Senin (26/1/2026).

1. Mencegah daya tangkal terhadap terorisme

Kasubdit Kontra Radikal Densus 88 AT Polri Kombes Pol Joko Dwi Harsono (IDN Times/Halbert Caniago)

Joko mengatakan, dengan sosialisasi yang diberikan tersebut, para pemimpin PTS di Sumbar bisa mengetahui tentang paham radikalisme dan terorisme yang kerap menyebar di kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa.

"Dengan sosialisasi ini, para petinggi di PTS bisa membangun daya cegah dan daya tangkal terhadap paham radikal dan terorisme agar tidak menjangkit mahasiswa," katanya.

Menurutnya, dengan pengetahuan tentang radikalisme yang diberikan, petinggi PTS bisa mengantisipasi masuknya paham-paham tersebut ke kampusnya masing-masing.

2. Kampus jadi potensi penyebaran paham radikal

Ilustrasi terorisme. (IDN Times/Sukma Shakti)

Joko mengatakan, kampus sejauh ini selalu menjadi target untuk penyebaran paham radikal dan terorisme oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin merusak generasi penerus bangsa.

"Terutama anak-anak muda yang sedang menimba ilmu, paparan paham radikal tentunya juga sangat rentan. Karena mereka sedang mencari jati diri," katanya.

Dengan sosialisasi yang diberikan tersebut, pihak kampus akan mengetahui bagaimana paham radikal dan cara pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini dan para mahasiswa aman dari kelompok-kelompok tersebut.

3. Perdana mendapatkan sosialisasi tentang radikalisme dan terorisme

Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma mengatakan bahwa sosialisasi yang diberikan oleh Densus 88 Anti Teror tersebut merupakan sosialisasi pertama yang diterima oleh PTS di wilayah Sumbar dan Jambi.

"Biasanya kami hanya fokus pada mutu pendidikan dan akreditasi di PTS, tapi saat ini kami mendapatkan sesuatu hal yang baru tentang radikalisme ini dan ini merupakan kegiatan pertama kali untuk hal ini," katanya.

Antiasme para peserta sosialisasi menurutnya juga sangat tinggi. Karena banyak peserta yang menanyakan tentang ciri-ciri paham radikal hingga hal yang mencurigakan yang mereka lihat di kampusnya masing-masing.

"Nanti untuk sosialisasi ini kami akan lanjutkan kembali di Jambi dan kami akan berkoordinasi dengan Densus 88 Anti Teror di wilayah sana juga," katanya.

Editorial Team