Palembang, IDN Times - Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengingatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan di wilayah tersebut untuk mewaspadai potensi musim kemarau dan kekeringan di Bumi Sriwijaya.
Ia menjelaskan bahwa dibandingkan dengan rata-rata klimatologis periode 1991–2020, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan mengalami percepatan awal musim kemarau. Kondisi ini perlu diantisipasi lebih dini guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan, terutama terhadap sektor pertanian, ketersediaan air, dan potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Sekitar 64 persen wilayah mengalami kemajuan hingga dua dasarian atau sekitar 20 hari lebih cepat dari biasanya," ungkap Wandayantolis, Rabu (25/3/2026).
