Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi hujan
ilustrasi hujan (freepik.com/Kireyonok_Yuliya)

Intinya sih...

  • BMKG memprediksi hujan sedang-lebat di Palembang pada 13 Februari akibat La Nina dan Monsun Baratan aktif.

  • Cuaca hujan diperkirakan berlangsung hingga 17 Februari karena aktivitas La Nina dan Monsun Australia di atas normal.

  • Kondisi cuaca di Sumatra cukup masif, memicu pengumpulan awan hujan intensif, sehingga masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan dan angin kencang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang memprediksi sejumlah wilayah mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat pada 13 Februari.

"Kondisi atmosfer skala global dan regional mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan, termasuk di Palembang," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Siswanto, Kamis (12/2/2026).

1. Hujan lebat di Palembang disertai kilat dan petir

ilustrasi hujan (unsplash.com/Farel Yesha)

Berdasarkan perkiraan BMKG, potensi hujan di Palembang disebabkan oleh kondisi La Nina yang lemah serta Monsun Barat aktif. Keadaan itu, kata Siswanto, memicu peningkatan suplai uap air di wilayah Sumatra Selatan.

"Palembang potensi hujan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat dan petir serta angin kencang berdurasi singkat," jelas dia.

2. Hujan lebat guyur Palembang hingga 17 Februari

Ilustrasi hujan lebat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Curah hujan yang bakal mengguyur Palembang lanjutnya, diprediksi berlangsung hingga 17 Februari mendatang. Siswanto menyampaikan, dari parameter atmosfer global melalui indeks Nino 3.4 menunjukkan aktivitas La Nina dan mendorong peningkatan suplai uap air serta pola konvektif.

"Secara regional, Indeks Monsun Australia juga masih aktif di atas normal, sehingga mendorong massa udara lembap melintasi Sumatera," katanya.

3. Hujan dipucu adanya gangguan gelombang atmosfer

ilustrasi hujan lebat (unsplash.com/A A)

Lebih lanjut, Siswanto menjelaskan, kondisi cuaca di Sumatra berdasarkan data satelit Outgoing Longwave Radiation (OLR) menunjukkan aktivitas konvektif cukup masif. Keadaan ini diperkuat dengan gangguan gelombang atmosfer, gelombang Kelvin dan Equatorial Rossby, serta terbentuknya pola konvergensi dan belokan angin di sekitar Sumsel.

"Kondisi ini memicu pengumpulan awan hujan secara intensif. Untuk Palembang, potensi hujan diperkirakan terjadi pada siang hingga malam hari periode 13-14 Februari dan berlanjut pada 15-17 jelang sore hari," jelas dia.

Melihat cuaca yang masih terbilang ekstrem di Palembang, kata Siswanto, ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat serta petir. Termasuk waspada angin kencang berdurasi singkat, terutama di waktu siang hingga malam hari.

Editorial Team