ilustrasi hujan lebat (unsplash.com/A A)
Lebih lanjut, Siswanto menjelaskan, kondisi cuaca di Sumatra berdasarkan data satelit Outgoing Longwave Radiation (OLR) menunjukkan aktivitas konvektif cukup masif. Keadaan ini diperkuat dengan gangguan gelombang atmosfer, gelombang Kelvin dan Equatorial Rossby, serta terbentuknya pola konvergensi dan belokan angin di sekitar Sumsel.
"Kondisi ini memicu pengumpulan awan hujan secara intensif. Untuk Palembang, potensi hujan diperkirakan terjadi pada siang hingga malam hari periode 13-14 Februari dan berlanjut pada 15-17 jelang sore hari," jelas dia.
Melihat cuaca yang masih terbilang ekstrem di Palembang, kata Siswanto, ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat serta petir. Termasuk waspada angin kencang berdurasi singkat, terutama di waktu siang hingga malam hari.