Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mobil saat hujan
ilustrasi mobil saat hujan (unsplash.com/Erik Mclean)

Intinya sih...

  • BMKG mengimbau warga Sumsel waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi

  • Peningkatan potensi curah hujan pada Dasarian III di sejumlah wilayah Sumsel, dengan intensitas 50-150 milimeter

  • Sebagian besar wilayah Sumsel masih mengalami hujan, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di Sumatra Selatan (Sumsel). Peringatan ini disampaikan seiring meningkatnya potensi curah hujan pada Dasarian III, atau periode iklim sepuluh harian, yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Sumsel.

"Sebagian besar wilayah Sumsel diperkirakan berpeluang lebih dari 70 persen mengalami curah hujan kategori menengah. Adapun peluang curah hujan tinggi hingga 20 persen diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Lahat, Muara Enim, dan PALI," ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, Selasa (20/1/2026).

1. Beberapa daerah masih alami cuaca ekstrem

Ilustrasi kendaraan yang dipakai saat musim hujan. (freepik.com/fxquadro)

Wandayantolis menerangkan kondisi iklim terkini menunjukkan curah hujan pada Dasarian II Januari 2026 di sebagian besar wilayah Sumsel berada pada kategori menengah dengan intensitas 50-150 milimeter. Sejumlah daerah bahkan mencatat curah hujan tinggi, sementara wilayah lainnya masih mengalami curah hujan rendah.

"Sebagian besar wilayah Sumsel mengalami curah hujan kategori menengah. Sedangkan daerah seperti Musi Banyuasin bagian selatan, Lahat, Muara Enim, dan PALI tercatat mengalami curah hujan tinggi," jelas dia.

2. Hari tanpa hujan terpanjang terjadi di Muba

Ilustrasi pria memegang payung saat hujan (pexels.com/Lisa from Pexels)

Hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut menunjukkan sebagian besar wilayah Sumsel masih mengalami hujan. Namun, sejumlah daerah seperti Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Lahat, dan Pagar Alam, serta sebagian kecil wilayah Empat Lawang, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, OKU Timur, dan Ogan Komering Ilir tercatat mengalami HTH kategori sangat pendek selama 1-5 hari.

"Sementara untuk HTH terpanjang 11 hari terukur pada pos hujan Bayung Lincir, Musi Banyuasin. Lalu untuk curah hujan tertinggi terjadi di Pos hujan Pseksu Lahat sebesar 524 mm," jelas dia.

3. Tetap minta masyarakat waspada potensi bencana hidrometereologi

ilustrasi mengemudi mobil saat hujan (unsplash.com/Ryan Porter)

Wandayantolis menambahkan, saat ini curah hujan diperkirakan berada pada kategori menengah. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem seiring masih berlangsungnya puncak musim hujan di sejumlah daerah.

"Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan bencana hidrometeorologi," jelas dia.

Editorial Team