Palembang, IDN Times - Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Sumatra Selatan (BI Sumsel), Bambang Pramono, mengungkapkan, kondisi pergerakan harga emas Palembang pada April 2026 mengalami tren melandai. Koreksi harga itu dipengaruhi faktor fenomena taking profit.
"Koreksi harga emas sejalan dengan aksi ambil untung (taking profit) dari investor pasca kenaikan harga sebelumnya (pada Maret 2026)," ujarnya dikutip, Rabu (6/5/2026).
BI Sumsel Ungkap Sebab Harga Emas Palembang Koreksi di April 2026

1. Penurunan harga emas sumbang deflasi Sumsel 0,14 persen
Penurunan harga emas, kata Bambang, turut berdampak pada nilai deflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Sumsel mengalami penurunan harga komoditas rata-rata hingga 0,04 persen month-to-month (mtm).
"Secara bulanan, deflasi utama didorong penurunan harga sejumlah komoditas utama, khususnya emas perhiasan senilai 0,14 persen," kata dia.
2. Inflasi Sumsel turun signifikan di bawah angka nasional
Sementara dilihat dari nilai inflasi pada April 2026, Sumsel mencatatkan inflasi 1,63 persen secara bulanan. Angka itu berbalik dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,09 persen.
"Inflasi turun signifikan dari dan berada di bawah inflasi nasional," jelasnya.
3. Inflasi Mei diprediksi meningkat secara terbatas
Lebih lanjut kata Bambang, penurunan nilai inflasi jadi cermin positif bagi pergerakan ekonomi daerah. Capaian ini katanya, mencerminkan terjaganya stabilitas harga serta efektivitas sinergi pengendalian inflasi di Sumsel.
"Kondisi ini memberikan ruang daya beli yang lebih baik bagi masyarakat. Ke depan, tekanan inflasi pada Mei 2026 diprakirakan meningkat secara terbatas," kata dia.