Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi spider plant
ilustrasi spider plant (vecteezy.com/Ardi putra Ardi putra)

Intinya sih...

  • Areca palm mengeluarkan uap air cukup banyak, cocok untuk ruangan ber AC.

  • Spider plant melepaskan uap air terus menerus, jangan menumpuk pot dalam satu ruangan.

  • Pakis boston butuh media tanam yang lembap, jangan taruh di kamar mandi tanpa jendela atau ruang tertutup.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ruangan yang terasa pengap tidak selalu karena kurang AC atau kurang kipas. Tanaman indoor juga bisa ikut menambah kelembapan karena daun melepaskan uap air setiap hari. Kalau rumah kamu sudah lembap, uap air dari tanaman bisa membuat udara terasa lebih berat dan mudah bau apek.

Tanaman tetap boleh ada di dalam rumah, tetapi jenis dan jumlahnya perlu kamu atur. Beberapa tanaman dikenal lebih aktif melepas uap air, apalagi kalau potnya sering disiram dan ruangannya jarang dibuka. Ini tujuh tanaman yang sebaiknya kamu waspadai jika ruangan kamu mudah terasa lembap.

1. Areca palm

ilustrasi areca palm (unsplash.com/feey)

Areca palm mengeluarkan uap air cukup banyak, jadi kelembapan ruangan bisa naik. Tanaman ini cocok untuk ruangan yang udaranya kering, misalnya ruangan ber-AC yang sering membuat kulit terasa kering. Jika ruangan sudah lembap, areca palm bisa membuat udara terasa makin pengap.

Masalah sering muncul kalau areca palm diletakkan di kamar tidur atau ruang kerja yang pintunya sering tertutup. Saat ruangan tertutup, uap air dari daun tetap keluar tetapi tidak cepat terganti oleh udara baru. Kalau kamu tetap ingin memeliharanya, taruh dekat jendela yang sering dibuka atau di area yang sirkulasinya lancar.

2. Spider plant

ilustrasi spider plant (unsplash.com/feey)

Daun spider plant terus mengeluarkan uap air, sehingga udara di dalam ruangan bisa lebih lembap. Efeknya paling terasa saat kamu menaruh banyak pot dalam satu ruangan kecil. Makin rimbun daunnya, makin banyak uap air yang dilepas.

Kalau kamu tetap ingin menaruhnya di dalam rumah, jangan menumpuk pot dalam satu ruangan. Sebar pot ke beberapa ruangan atau pilih tempat yang pintunya sering dibuka. Kamu juga harus memastikan media tanam tidak selalu basah, karena pot yang basah menambah kelembapan dari permukaan tanah.

3. Boston fern (Pakis boston)

ilustrasi tanaman boston fern (pexels.com/Lazarus Ziridis)

Pakis boston butuh media tanam yang lembap agar bisa tumbuh subur. Kelembapan dari pot dan media tanam ini bisa menambah uap air di udara sekitar tanaman. Di ruang tertutup dengan sirkulasi minim, uap air ini menumpuk dan membuat kelembapan meningkat, sehingga ruangan terasa makin sumpek.

Sebaiknya kamu tidak menaruh pakis boston di kamar mandi tanpa jendela, kamar tidur, atau ruangan yang jarang ada aliran angin. Gunakan pot yang memiliki lubang drainase supaya air tidak terperangkap dan membuat media terlalu basah. Media tanam cukup lembap saja, karena kalau terlalu basah bisa menimbulkan bau apek.

4. Peace lily

ilustrasi peace lily (unsplash.com/Maria Elizabeth)

Peace lily cenderung menyerap air dalam jumlah besar lalu melepaskannya kembali lewat permukaan daun yang lebar. Jika hanya ada satu pot di ruangan yang luas, efeknya biasanya tidak terasa. Masalah kelembapan akan muncul saat kamu menaruh beberapa pot peace lily dalam satu ruangan sempit.

Kesalahan yang sering terjadi adalah penyiraman berlebihan karena orang ingin daunnya selalu segar. Ketika media tanam terlalu basah, pot menjadi titik lembap tambahan di dalam ruangan. Solusinya, kurangi jumlah pot per ruangan dan jaga media tanam berada di kondisi lembap, bukan basah.

5. Rubber plant (Karet kebo)

ilustrasi rubber plant (pexels.com/Elle Hughes)

Daun karet kebo yang lebar membuat pelepasan uap air ke udara jadi lebih banyak. Saat pintu dan jendela sering tertutup, uap air dari daun tidak mudah tersebar dan membuat udara terasa lebih berat dan lembap. Kondisi ini makin terasa jika tanamannya ditempatkan mepet dinding, apalagi di bagian sudut.

Sudut ruangan sering menjadi titik dengan sirkulasi paling minim, jadi udara lembap lebih lama bertahan. Kalau kamu melihat noda lembap, jamur, atau dinding terasa basah di dekat pot, itu sinyal ada penumpukan kelembapan. Jauhkan pot dari sudut dan pastikan area itu mendapat aliran udara setiap hari.

6. English ivy

ilustrasi english ivy (unsplash.com/Yana Subot)

English ivy tumbuh rimbun dan menutupi area yang luas, jadi udara lembap gampang terjebak di sekitarnya. Bila kamu menempatkannya mepet dinding atau menggantungnya di pojok, bagian itu biasanya lebih lama kering. Akibatnya, jamur lebih mudah muncul pada dinding yang memang sering lembap.

Daun ivy juga menutup sebagian dinding, sehingga dinding jadi lebih sulit dibersihkan. Debu mudah menempel, lalu saat bertemu kelembapan dinding cepat terlihat kotor. Kalau kamu tetap memeliharanya, pangkas supaya tidak terlalu rapat dan jangan taruh di sudut yang sirkulasinya buruk.

7. Philodendron

ilustrasi tanaman philodendron gloriosum (unsplash.com/lacà studio)

Philodendron adalah tanaman tropis yang mudah melepas uap air, terutama yang daunnya besar. Menaruhnya di ruangan yang tertutup rapat bisa membuat kelembapan naik dan ruangan terasa pengap. Efeknya biasanya lebih terasa malam hari karena pintu dan jendela sering ditutup.

Di sisi lain, banyak orang menyiram philodendron cukup sering demi menjaga media tanam tetap lembap. Ketika media tanam terlalu basah, uap air dari pot akan naik terus dan membuat kelembapan bertambah dari pagi sampai malam. Supaya tidak memicu masalah, pastikan media tidak becek dan buka jendela atau pintu setiap hari minimal 15 sampai 30 menit.

Kalau ruangan kamu mudah lembap, kurangi tanaman yang banyak menguapkan air dan jangan biarkan media tanam terlalu basah. Pastikan jendela dibuka atau ada aliran angin setiap hari agar uap air cepat keluar. Dengan cara ini, rumah tetap hijau dan terasa lebih segar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team