Palembang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut memiliki tantangan yang tidak selalu terlihat dari permukaan. Meski api sudah tidak tampak, bara masih bisa bertahan di bawah tanah dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono, menjelaskan kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebakaran vegetasi biasa. Pada kondisi tertentu, api dapat merambat di bawah permukaan tanah sehingga sulit dideteksi secara visual.
"Pada kebakaran vegetasi, api umumnya terlihat membakar bahan bakar di permukaan. Sementara itu, pada lahan gambut yang kering, pembakaran dapat berlangsung di bawah permukaan melalui proses smouldering combustion, yaitu pembakaran membara tanpa nyala api yang jelas," jelas Daryono, Rabu (13/10/2026).
