Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anak di Bawah Umur Jadi Korban Kekerasan Seksual
Ilustrasi pemerkosaan. (IDN Times)

  • Seorang anak perempuan 12 tahun di Palembang menjadi korban dugaan penculikan dan kekerasan seksual, kini dirawat di RS Bhayangkara untuk pemulihan medis dan visum et repertum.
  • Korban mengalami trauma berat serta menjalani operasi akibat kekerasan yang dialami, sementara keluarga berharap pelaku segera ditangkap oleh pihak kepolisian.
  • Polisi mengimbau masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap anak dan melaporkan setiap indikasi kekerasan kepada lembaga perlindungan anak atau perempuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Seorang anak perempuan berusia 12 tahun di Palembang diduga menjadi korban kekerasan seksual. Korban saat ini menjalani perawatan medis di rumah sakit setelah insiden penculikan dan pemerkosaan di Jalan Karang Sari, Gandus pada Minggu 3 Mei lalu, sekitar pukul 20.00 WIB.

"Korban saat ini dalam penanganan medis di RS Bhayangkara Palembang untuk menjalani pemulihan sekaligus visum et repertum," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana, Selasa (5/5/2026).

1. Kronologi dugaan penculikan hingga kekerasan seksual pada korban

Ilustrasi pemerkosaan. IDN Times/Sukma Shakti

Dari informasi awal, korban bersama rekannya diketahui pergi untuk menghadiri sebuah acara tari India di sekitar lokasi kejadian. Saat itu, dia bersama temannya dihampiri oleh seorang pria menggunakan atribut transportasi daring yang kini masih dalam penyelidikan.

Dari sana, pelaku diduga menawarkan tumpangan serta iming-iming agar korban ikut. Korban yang ragu sempat menolak namun pelaku memaksa agar korban pergi bersamanya hingga terjadi dugaan penculikan.

"Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Saat ini fokus kami adalah penguatan alat bukti serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban," jelasnya.

Melihat rekannya dibawa oleh terlapor, saksi lantas pulang ke rumah dan mengabarkan penculikan tersebut kepada orangtua korban. Orangtua dan warga sekitar langsung melakukan pencarian korban.

Selang beberapa waktu, korban berhasil ditemukan. Saat itu juga korban dibawa ke rumah sakit oleh pihak keluarga.

2. Korban mengalami trauma berat

Ilustrasi pemerkosaan/Sukma Shakti/IDN Times

Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma psikologis dan harus menjalani tindakan operasi akibat kekerasan seksual yang diterima. Keluarga telah melaporkan kejadian dan berharap polisi segera menangkap pelaku.

"Korban masih trauma berat, perlu pendampingan intensif untuk memulihkan kondisinya," jelasnya.

3. Polisi mengingatkan soal pengawasan anak

Ilustrasi kekerasan seksual yang menggambarkan kerentanan dan tekanan psikologis yang dialami korban. (id.pinterest.com/LaListanews)

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak serta memastikan keamanan lingkungan.

"Kejadian ini menjadi pelajara bagi semua agar selalu waspada, awasi setiap aktivitas anak," jelasnya.

4. Laporkan jika kamu mengetahui ada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak

Ilustrasi kekerasan seksual (Foto: IDN Times)

Jika kamu melihat atau mengetahui ada indikasi kekerasan terhadap perempuan dan eksploitasi yang dialami anak-anak, jangan diam dan laporkan! Berikut salah satu lembaga yang bisa kamu hubungi:

  1. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Alamat: Jl. Teuku Umar No. 10 Gondangdia Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta, IndonesiaEmail: pengaduan@kpai.go.idTelepon: (+62) 021-319 015 56Whatsapp: 0821-3677-2273Fax: (+62) 021-390 0833

  2. Komnas Perempuan Email: petugaspengaduan@komnasperempuan.go.idFacebook: www.facebook.com/stopktpsekarang/Twitter: @komnasperempuan

  3. LBH APIK Whatsapp: 0813-8882-2669 (WA only) mulai pukul 09.00-21.00 WIB.

  4. Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Sumsel Alamat: Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sumsel. Jalan Ade Irma Nasution No.1254, Sungai Pangeran, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121Telpon: 0711-314004Handphone: +62812-7831-593.

Editorial Team