Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Aktif Cegah Karhutla, 3 Mitra APP Group Raih Penghargaan Polda Sumsel
Tiga perusahaan mitra APP Group di Sumatra Selatan mendapat penghargaan dari Polda Sumsel atas kontribusinya dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla (Dok. APP Group)
  • Tiga mitra APP Group di Sumsel, yaitu BMH, BAP, dan RHM, menerima penghargaan dari Polda Sumsel atas kontribusi mereka dalam pencegahan serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

  • Wakapolda Sumsel menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan karhutla yang berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan, dengan pendekatan humanis serta pemanfaatan teknologi pemantauan.

  • Perusahaan penerima penghargaan menerapkan sistem Integrated Fire Management mencakup pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, dan respons cepat melalui program DMPA serta penggunaan teknologi pemantauan wilayah rawan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times – Tiga perusahaan mitra APP Group di Sumatra Selatan mendapat penghargaan dari Polda Sumsel atas kontribusinya dalam upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketiga perusahaan tersebut yakni PT Bumi Mekar Hijau (BMH), PT Bumi Andalas Permai (BAP), dan PT Rimba Hutani Mas (RHM).

Penghargaan diberikan dalam rangkaian Pelatihan Penanggulangan Karhutla Polda Sumsel, 20–22 Mei 2026 di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang. Kegiatan tersebut ditutup melalui apel kesiapsiagaan Karhutla di Markas Polda Sumsel.

1. Karhutla disebut jadi tanggung jawab bersama

Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di Palembang, Rabu (6/5/2026). (Dok. Kemenhut)

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelatihan penanggulangan karhutla. Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja karena berdampak luas terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Karhutla bukan hanya persoalan api dan asap, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, kesehatan publik, kelestarian lingkungan, aktivitas ekonomi, hingga citra daerah dan bangsa. Karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya saat membacakan amanat Kapolda Sumsel.

Ia mengatakan, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mendukung Program Asta Cita Presiden RI, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan dan keberlanjutan lingkungan.

Kapolda Sumsel juga meminta jajaran kepolisian memperkuat langkah mitigasi karhutla dengan pendekatan humanis dan profesional. Upaya yang dilakukan di antaranya pemantauan hotspot secara berkala, patroli rutin di wilayah rawan, hingga edukasi persuasif kepada masyarakat.

“Tingkatkan langkah antisipasi melalui pemantauan hotspot secara berkala, manfaatkan teknologi dan sarana prasarana yang tersedia, lakukan patroli rutin di kawasan gambut dan wilayah rawan kebakaran lainnya, serta bangun komunikasi yang persuasif dan responsif dengan masyarakat,” lanjutnya.

2. APHI dorong sinergi perusahaan dan masyarakat

Tiga perusahaan mitra APP Group di Sumatra Selatan mendapat penghargaan dari Polda Sumsel atas kontribusinya dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla (Dok. APP Group)

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Soewarso, mengapresiasi perusahaan anggota APHI di Sumatra Selatan yang menerima penghargaan dari Polda Sumsel. Menurutnya, APHI akan terus mendukung langkah perusahaan dalam menjalankan upaya pencegahan dan pengendalian karhutla secara berkelanjutan.

“APHI akan terus mendukung berbagai upaya efektif dan berkelanjutan yang dilakukan perusahaan anggota dalam mencegah dan mengendalikan karhutla. Kami juga berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat terus diperkuat,” katanya.

3. Perusahaan terapkan sistem deteksi dini dan respons cepat

Apel penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Direktur Utama PT Bumi Mekar Hijau, Khafid Sudrajat, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan mitra APP Group untuk terus memperkuat kolaborasi dalam penanganan karhutla.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak serta mengoptimalkan sumber daya perusahaan dalam upaya pencegahan dan antisipasi karhutla,” ujarnya.

Khafid menjelaskan, perusahaan menerapkan pendekatan Integrated Fire Management (IFM) yang mencakup empat aspek utama, yakni pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, dan respons cepat.

Dalam upaya pencegahan, perusahaan menjalankan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang menggabungkan konservasi hutan dengan pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan teknologi untuk memantau wilayah rawan kebakaran, melakukan patroli rutin, hingga menyiagakan tim reaksi cepat dan peralatan pemadaman guna mempercepat pengendalian titik api.

Editorial Team