Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi narkoba (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi narkoba. (IDN Times/Sukma Shakti)

Intinya sih...

  • Lima kepala desa di OKU Selatan positif gunakan narkoba setelah tes urine BNN.

  • Mereka akan menjalani proses rehabilitasi untuk pulih dari kecanduan narkotika.

  • Pemeriksaan urine dilakukan pada 1.260 peserta, 32 tidak hadir, identitas kelima kades dirahasiakan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Sebanyak lima orang oknum kepala desa (kades) di Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) ditangkap karena positif menggunakan narkotika. Kelima kades tersebut ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) OKU Timur usai hasil tes urine menunjukkan hasil positif penggunaan zat terlarang.

"Ada lima orang kades asal OKU Selatan yang positif menggunakan narkoba," ungkap Kepala BNN OKU Timur, AKBP Efriyanto Tambunan, Senin (19/1/2026).

1. Kelima kades akan direhabilitasi

Ilustrasi narkoba (IDN Times/Sukma Sakti)

Kelima oknum kades tersebut akan menjalani proses rehabilitasi untuk memulihkan dari kecanduan narkotika. Kelimanya dinilai akan menjalani rehabilitasi sesuai aturan yang berlaku.

"Untuk kades yang positif narkoba akan kami fokuskan pada upaya rehabilitasi agar yang bersangkutan dapat kembali ke jalur yang benar," jelas dia.

2. Sebanyak 32 kades tak hadir dalam pemeriksaan urine

Ilustrasi narkoba. (IDN Times/Sukma Shakti)

Efriyanto menjelaskan, proses pemeriksaan urine dilakukan BNN OKU Timur pada bulan Desember 2025 lalu bekerja sama dengan Pemkab OKU Selatan. Saat itu, sebanyak 1.260 peserta diundang untuk menjalani pemeriksaan urine yang dikhususkan untuk kades dan ketua Koperasi Merah Putih.

"Sebanyak 1.228 orang yang hadir mengikuti tes tersebut. Sementara 32 peserta tercatat tidak hadir," jelas dia.

3. BNN sebut narkoba sudah masuk hingga desa

Ilustrasi barang bukti narkoba (Dok. IDN Times/Istimewa)

Efriyanto menyebutkan, identitas kelima kades tidak dapat disebutkan karena bersifat rahasia. Dirinya menilai, saat ini pihaknya berupaya mencegah peredaran narkoba semakin masif termasuk ke kampung-kampung yang ada di Sumsel,

"Disini dapat kita lihat bahwa narkoba sudah masuk desa. Dengan adanya kegiatan ini dapat memerangi narkoba dan mewujudkan Sumsel bersih dari narkoba," jelas dia.

Editorial Team