Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Hemat BBM Motor dan Mobil yang Sering Diabaikan
Ilustrasi pengisian isi bensin SPBU Pertamina. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
  • Konsumsi BBM bisa ditekan lewat perubahan kebiasaan berkendara tanpa perlu mengganti kendaraan atau teknologi mesin.

  • Gaya berkendara halus, perawatan rutin mesin, serta tekanan ban yang sesuai terbukti berpengaruh besar terhadap efisiensi bahan bakar.

  • Menghindari idle terlalu lama dan mengurangi beban kendaraan menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menghemat BBM di kondisi jalan perkotaan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) tengah diserukan akibat dampak konflik global yang terjadi di Asia Barat. Dimulai dari pemberlakuan WFH, hingga pembatasan pembelian BBM per harinya yang diterapkan pemerintah.

Selain pemerintah, ternyata kita sendiri bisa loh menghemat penggunaan BBM di motor atau mobil kita. Tanpa mengganti kendaraan atau teknologi mesin, ada sejumlah cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menghemat konsumsi BBM.

Kunci utamanya bukan pada jenis kendaraan, melainkan pada kebiasaan berkendara sehari-hari yang sering tidak disadari. Berikut lima cara menghemat bensin yang dirangkum IDN Times.

1. Gaya berkendara jadi penentu utama

Ilustrasi menginjak pedal gas mobil (pinterest.com/Grenouille05)

Salah satu penyebab paling umum borosnya BBM adalah kebiasaan menarik gas secara mendadak. Akselerasi yang agresif membuat mesin bekerja lebih keras dan membutuhkan lebih banyak bahan bakar.

Sebaliknya, berkendara dengan tarikan halus dan menjaga kecepatan tetap stabil terbukti lebih efisien, terutama saat melintasi jalan datar atau lalu lintas yang lancar.

Di kota seperti Palembang yang kerap dihadapkan pada kondisi macet di jam sibuk, pola gas-rem yang tidak terkontrol justru menjadi penyumbang utama pemborosan.

2. Kondisi kendaraan sering diabaikan

ilustrasi menambah oli mobil (freepik.com/freepik)

Selain gaya berkendara, kondisi kendaraan juga berpengaruh besar. Mesin yang jarang diservis atau komponen yang tidak optimal bisa meningkatkan konsumsi BBM secara signifikan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Filter udara yang kotor membuat pembakaran tidak sempurna

  • Oli yang sudah lama tidak diganti meningkatkan gesekan mesin

  • Busi yang aus mengganggu performa pembakaran

  • Perawatan rutin bukan hanya menjaga performa, tetapi juga menjaga efisiensi bahan bakar tetap optimal.

3. Tekanan ban dan beban kendaraan berpengaruh besar

ilustrasi menambah angin ban kendaraan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Hal sederhana seperti tekanan angin ban juga sering luput dari perhatian. Ban yang kurang tekanan meningkatkan hambatan saat kendaraan melaju, sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar.

Selain itu, membawa beban berlebih, baik di bagasi mobil maupun di gantungan pada motor, juga bisa membuat konsumsi BBM meningkat.

Semakin ringan kendaraan, semakin kecil energi yang dibutuhkan untuk bergerak.

4. Hindari kebiasaan menghidupkan kendaraan tanpa bergerak

ilustrasi parkir mobil penuh (pexels.com/Tom Fisik)

Banyak pengendara membiarkan mesin menyala saat berhenti lama, misalnya saat menunggu atau parkir sebentar. Kebiasaan ini tanpa disadari membakar BBM secara sia-sia.

Mematikan mesin saat berhenti lebih dari satu menit bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam penghematan.

5. BBM bisa lebih irit tanpa biaya tambahan

ilustrasi parkir mobil (pexels.com/Denitsa Kireva)

Dengan menerapkan kebiasaan sederhana tersebut, pengendara bisa menghemat konsumsi BBM, tergantung pada kondisi jalan dan jenis kendaraan.

Langkah ini juga menjadi solusi paling realistis di tengah harga BBM yang fluktuatif, tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli kendaraan baru.

Pada akhirnya, efisiensi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal bagaimana cara pengendara memperlakukan kendaraannya setiap hari.

Editorial Team