Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Tahun Tak Bertemu, Ayah Sopir Bus ALS Kenang Pertemuan Terakhir
Gusti Pulungan (66) saat berada di RS Bhayangkara Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Gusti Pulungan berduka setelah menerima kabar anak sulungnya, Zulham Efendi, sopir cadangan bus ALS, meninggal dunia akibat terjebak dalam kebakaran di Palembang.
  • Kabar duka diterima Gusti dari keluarga di Lampung, lalu ia menempuh perjalanan darat dari Bogor ke Palembang untuk memastikan identitas anaknya melalui pemeriksaan sampel biologis.
  • Zulham dikenal sebagai tulang punggung keluarga yang tinggal di Medan dan terakhir bertemu ayahnya tiga tahun lalu saat singgah membawa bus ALS di Bogor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Sedih dan haru meliputi perasaan keluarga dari Gusti Pulungan (66) setelah mendapat kabar anak sulungnya, Zulham Efendi alias Maleh (42), meninggal dunia. Zulham, yang berprofesi sebagai sopir cadangan pada moda transportasi Antas Lintas Sumatra (ALS), terjebak dalam kebakaran yang merenggut nyawanya.

"Tadi sudah diambil sampel untuk pemeriksaan seperti air liur, bukan darah, bukan rambut," ungkap Gusti, Jumat (8/5/2026).

1. Dapat kabar anak meninggal dari keluarga di Lampung

Gusti Pulungan (66) saat berada di RS Bhayangkara Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Gusti mengaku mendapat kabar duka yang menimpa anaknya dari keluarga yang berada di Lampung. Dirinya pun langsung berangkat ke Palembang untuk memastikan kabar anaknya tersebut.

"Saya baru sampai Palembang jam 7 ini dari Bogor lewat darat diantar keluarga. Tadi sudah diambil sampel, tinggal menunggu saja. Tapi katanya bisa sampai dua minggu," jelasnya.

2. Zulham merupakan tulang punggung keluarga

Rumah Singgah keluarga Korban di RS Bhayangkara Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Gusti mengaku sempat tak menyangka kabar duka itu akan sampai ke dirinya dan istri di Bogor. Sejak menikah belasan tahun silam, Maleh menjadi tulang punggung keluarga dan tinggal bersama keluarga kecilnya di Medan.

Maleh mengawali kerja sebagai kernet ALS sebelum akhirnya menjadi sopir cadangan bus ALS tujuan Semarang-Medan.

"Anaknya dua. Kami sudah tiga tahun tidak berkomunikasi karena Maleh nggak ada HP. Dapat kabar langsung seperti ini," bebernya.

3. Bertemu anak terakhir tiga tahun silam

Bupati Muratara Devi Suhartoni saat mengunjungi korban kecelakaan BUS ALS di Lintas Sumatra (Dokumentasi: Devi Suhartoni)

Gusti mengingat kenangan terakhirnya bersama Maleh terjadi tiga tahun silam saat sang anak tengah membawa bus ALS. Kala itu, Gusti menghampiri sang anak yang berada di rumah makan.

"Maleh kebetulan lagi ada di Bogor, jadi ketemu di rumah makan dan makan bareng. Itulah kenangan terakhir saya," jelasnya.

Editorial Team