Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mencari Lokan, Pria Paruh Baya di Pasaman Barat Tewas Diterkam Buaya
Tim gabungan menyerahkan jenazah kepada keluarga (Dok. Basarnas Padang)
  • Seorang pria bernama Darwin (61) tewas diterkam buaya saat mencari lokan di Sungai Batang Paparian, Pasaman Barat, pada Selasa sore 19 Mei 2026.

  • Tim SAR Padang menurunkan sembilan personel dengan peralatan lengkap untuk melakukan pencarian sejak Selasa sore hingga korban ditemukan Rabu pagi dalam kondisi meninggal dunia.

  • Pencarian sempat terkendala karena lokasi merupakan habitat buaya, namun setelah jasad ditemukan, operasi dinyatakan selesai dan jenazah diserahkan kepada keluarga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Seorang pria paruh baya tewas usai diterkam buaya di sungai Batang Paparian, Kecamatan Parik Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat pada Selasa (19/5/2026).

Jasad korban atas nama Darwin (61) itu baru ditemukan oleh tim gabungan yang melakukan pencarian pada Rabu (20/5/2026) pagi dalam keadaan tak bernyawa.

"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB tidak jauh dari lokasi kejadian yang dilaporkan kepada kami," kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik.

1. Diterkam buaya saat mencari lokan

Ilustrasi Tim Basarnas mengevakuasi jenazah korban hanyut di Pesisir Selatan (Foto: Basarnas Padang)

Abdul Malik mengatakan, dari laporan yang diterima, korban pergi mencari lokan bersama salah seorang temannya di sungai tersebut pada Selasa sore.

"Saat mencari lokan tersebut, dari keterangan saksi menyatakan bahwa korban diterkam oleh buaya. Buaya tersebut memang habitatnya di sana," katanya.

Menurutnya, saksi langsung meminta bantuan kepada warga yang ada di sekitar sungai dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kenagarian setempat.

"Pihak Nagari langsung menghubungi kami untuk meminta bantuan melakukan pencarian dan pertolongan sejak kemarin sore dan tim langsung diturunkan untuk melakukan pencarian," katanya.

2. Turunkan personel

Ilustrasi Tim Basarnas Padang mengevakuasi jenazah korban yang hilang (Foto: Basarnas Padang)

Abdul Malik mengatakan, untuk melakukan pencarian tersebut pihaknya menurunkan sebanyak 9 orang personelnya dengan dilengkapi peralatan pencarian.

"Tim sejak kemarin sore sudah melakukan pencarian dan dalam pencarian kemarin itu hasilnya nihil. Kita kembali melakukan pencarian tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB," katanya.

Menurutnya, dalam melakukan pencarian tersebut pihaknya langsung membagi tim pencarian tersebut menjadi 2 regu dan melakukan pencarian di lokasi yang berbeda seluas kurang lebih 1 kilometer persegi.

"Setelah dilakukan pencarian, akhirnya korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan tim langsung melakukan evakuasi," katanya.

3. Pencarian terkendala buaya

Tim Basarnas mengevakuasi jenazah korban hanyut di Pesisir Selatan (Foto: Basarnas Padang)

Karena lokasi yang merupakan habitat buaya, Abdul Malik mengatakan bahwa tim yang diturunkan sempat mengalami kendala.

"Tim yang diturunkan memang harus ekstra hati-hati dalam menyusuri lokasi dan melakukan pencarian. Karena memang banyak buaya di lokasi itu," katanya.

Setelah jasad korban ditemukan, Abdul Malik mengatakan bahwa pihaknya langsung menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk disemayamkan sebagaimana mestinya.

"Setelah korban berhasil ditemukan, operasi tersebut dinyatakan selesai dan seluruh tim yang tergabung dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," katanya.

Editorial Team