Wali Kota Padang, Fadli Amran mengunjungi lokasi SPP yang tidak optimal (Foto: Pemkot Padang)
Menurut Fadly, produk-produk yang dihasilkan nantinya harus memiliki sertifikasi dan standar mutu yang jelas, sehingga mampu menembus pasar modern dan tidak hanya bergantung pada pasar grosir.
"Saya berharap berbagai permasalahan yang ada bisa diidentifikasi lebih dahulu. Nanti akan kita bahas pada perubahan anggaran, sehingga program-program prioritas untuk perbaikan sentra ini bisa mulai dijalankan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Danti Arvan, menjelaskan bahwa Sentra Pengolahan Perikanan Pasia Nan Tigo telah dibangun sejak 2012 di atas lahan seluas sekitar 1,8 hektare.
Menurutnya, meski fasilitas dasar telah tersedia, sentra tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada aspek sumber daya manusia, perawatan peralatan, serta keberlanjutan operasional.
“Kita memiliki pabrik es dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Namun karena terus digunakan, beberapa peralatan mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan serta penggantian suku cadang,” ujarnya.