Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pengembalian dana bansos yang diduga dipotong sebesar Rp300 ribu di Palembang.
Pengembalian dana bansos yang diduga dipotong sebesar Rp300 ribu di Palembang (Dok: warga)

Intinya sih...

  • Warga Palembang mengeluhkan pemotongan uang bansos senilai Rp200-Rp300 ribu per kepala keluarga oleh ketua RT setempat.

  • Keluhan warga dipertanyakan dan diharapkan Pemkot Palembang dapat memproses keluhan mereka terkait pemotongan dana bansos yang tidak berdasar.

  • Camat Seberang Ulu I Palembang membenarkan adanya pemotongan dana bansos, namun setelah kasus ini viral uang tersebut dikembalikan kepada penerima tanpa potongan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

"Cakmano nak ngelaporke kalo Ado oknum RT ambek iuran warga yang dapat bansos sikok uwong diambeknya 200/300 dengan alasan duet itu gek nak dikasihke sama uwong yang Idak dapet"

Palembang, IDN Times - Dugaan pungli pembagian uang Bantuan Sosial (Bansos) viral di media sosial usai salah satu warga menuliskan keanehan usai penerimaan bansos. Uang bansos yang diterima masyarakat senilai Rp900 ribu dipotong sebesar Rp200-Rp300 ribu per kepala keluarga.

Dalam unggahan akun instagram @Oypalembang, menunjukan warga yang mengeluh uang yang didapat dari subsidi pemerintah pusat tersebut dipotong oleh ketua RT setempat. Warga pun mempertanyakan kejadian ini dan berharap Pemkot Palembang dapat memproses keluhan mereka.

(Bagaimana mau melaporkan ada oknum RT yang mengambil iuran warga yang dapat bansos. Satu orang diambil Rp200-Rp300 ribu dengan alasan uangnya dibagikan ke orang yang tidak dapat bansos)," ungkap akun instagram @Putrimegawati_05.

1. Warga mengeluh harus antre lalu dipotong

Ungahan masyarakat mengenai pemotongan uang Bansos (Instagram: OyPalembang)

Warga mengeluh, potongan yang diminta ketua RT 10, Kelurahan Seberang Ulu I, Lorong Murni tersebut tidak berdasar dan jelas aturannya. Dirinya meminta agar pertanyaannya tersebut dapat ditanggapi Wali Kota Palembang, Ratu Dewa.

"Bansos itu min, warga dak tahu nak ngaku kemana sedangkan yang dapat tadilah panas panasi antri sudah dapat malah di potong pulok. (Warga gak tahu mau melapor kemana lagi sedangkan yang dapat tadi harus berpanas-panasan mengantre, sudah dapat bansos justru dipotong)," jelas dia. 

2. Camat SU I benarkan informasi yang beredar

Ilustrasi pungli. (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara itu, Camat Seberang Ulu I Palembang, Mukhtiar Hijrun membenarkan adanya keluhan masyarakat mengenai pemotongan dana bansos tersebut. Menurutnya, pemotongan itu merupakan dari warga sendiri.

"Awalnya itu inisiatif warga penerima bansos di lokasi tersebut, untuk masyarakat yang tidak dapat bansos," jelas dia.

3. Pastikan warga sudah mendapat haknya

Ilustrasi pungli. (IDN Times/Sukma Shakti)

Mukhtiar menjelaskan, setelah kasus ini viral oknum Ketua RT setempat yang menarik pungutan tersebut langsung bertemu warga. Uang tersebut lalu dikembalikan kepada pada penerima tanpa potongan.

"Saya sudah perintahkan lurah dan Seklur (Sekretaris Lurah) untuk mengembalikan uang tersebut, atas atensinya pak Wali Kota Palembang, jadi sudah clear," jelas dia.

Editorial Team