Palembang, IDN Times - Produksi batu bara Sumatra Selatan (Sumsel) sepanjang 2025 tak mencapai target yang ditetapkan sebesar 164,27 juta ton. Hingga November 2025, realisasi produksi baru mencapai 108,45 juta ton.
Belum tercapainya target tersebut diduga kuat dipengaruhi terganggunya distribusi, menyusul penutupan sejumlah jalan umum akibat protes masyarakat terhadap aktivitas angkutan batu bara yang dinilai merusak infrastruktur di beberapa wilayah.
"Angkutan tidak leluasa melintas. Ada penutupan jalan karena dampak kerusakan infrastruktur, kecelakaan lalu lintas, sampai kejadian jembatan ambruk," ungkap Kepala Bidang Teknik dan Penerimaan Minerba Dinas ESDM Sumsel, Armaya Sentanu Pasek, Senin (5/1/2026).
