Palembang, IDN Times - Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI di Sumatra Selatan (Sumsel) diramaikan kegiatan vaksinasi rabies gratis oleh Balai Karantina. Tercatat ada 32 kucing yang menerima vaksinasi gratis.
Selain puluhan kucing, 2 ekor anjing juga mendapatkan vaksinasi rabies gratis. Proses vaksinasi ditangani Dokter Hewan Karantina. Yakni dokter hewan Fauzi Abdurrahman Munggaran, Anisah Anom dan Irpan Rosyidi.
Semarak HUT RI di Sumsel, 32 Kucing Dapat Vaksinasi Rabies Gratis

1. Harap angka rabies Sumsel berkurang
Menurut Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, tujuan pemberian vaksinasi rabies gratis terhadap hewan adalah untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin.
Harapannya dari kegiatan ini, masyarakat Sumsel khususnya Palembang makin sadar terhadap bahaya rabies dan prosedur lalu lintas Hewan Penular Rabies (HPR).
"Termasuk kesadaran pentingnya vaksinasi untuk makin ditingkatkan, sehingga risiko penularan rabies di Sumel bisa ditekan," ujarnya, dalam keterangan rilis yang diterima, Minggu (17/8/2025).
2. Balai karantina komitmen edukasi bahaya rabies lintas dinas
Kegiatan vaksinasi rabies sebelumnya berlangsung pada Jumat (15/8/2025). Penyelenggaraan vaksinasi merupakan sinergi Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel bersama dinas ketahanan pangan dan pertanian kota serta kerjasama Puskesmas Rabies Center Palembang.
"Karantina Sumsel bersama dinas terkait berkomitmen bersama untuk melindungi kesehatan masyarakat dan hewan peliharaan, sekaligus mendukung target Palembang bebas rabies," jelas Sri Endah.
3. Rabies merupakan zoonosis mematikan
Dia menambahkan, vaksinasi rabies sangat penting terhadap lalu lintas HPR untuk prosedur lalu lintas kucing dan anjing antar area atau pulau. Sebak untuk lalu lintas HPR harus disertai sertifikat kesehatan dan telah divaksinasi rabies dengan hasil uji laboratorium titer antibodi protektif.
"Rabies bahaya sebagai penyakit zoonosis mematikan, langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh pemilik hewan adalah vaksinasi rutin," kata dia.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel tahun lalu, ditemukan 607 kasus rabies di wilayah itu selama periode Januari-Mei 2024. Sedangkan, berdasarkan populasi hewan penular rabies (HPR) di Sumsel, total tercatat ada 194.22 HPR di antaranya anjing, kucing dan monyet.