Sentra Budi Perkasa Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Palembang, Mohammad Firmansyah menambahkan, Sekolah Rakyat bakal dibuka tahap pertama hanya untuk SMA kelas 1. Mereka dikelompokan menjadi empat rombongan belajar (rombel) dengan siswa perdana dipersiapkan sebanyak 100 orang. Masing-masing rombel 25 siswa.
Siswa yang akan belajar di sekolah rakyat berasal dari pendataan Kemensos sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data itu didapatkan dari validasi data pendampingan PKH sebagai tenaga teknis yang ditugaskan oleh Kementerian Sosial.
"Pemerintah daerah hanya sebagai pelaksana, kami mendukung segala program pemerintah pusat untuk memutus tali kemiskinan, memperbaiki pendidikan dan mengatasi permasalahan ekonomi," jelasnya.
Firman menyampaikan, mekanisme sekolah rakyat baru untuk kelas satu SMA karena realisasinya harus segera. Ke depan tentu akan ada evaluasi dan penambahan kelas lainnya beserta lokasi alternatif tak hanya di Sentra Budi Perkasa Palembang.
Diketahui, sebelum jadi tempat Sekolah Rakyat, Sentra Budi Perkasa merupakan naungan harapan bagi penyandang disabilitas fisik dari kalangan prasejahtera. Bahkan di seluruh Sumatera, unit pelaksana teknis (UPT) di sini jadi satu-satunya instansi yang melayani pembuatan alat bantu bagi penyandang disabilitas fisik (ortotik prostetik/OP).
Sentra Budi Perkasa juga telah menyelenggarakan berbagai layanan, seperti pelatihan otomotif, komputer, kerajinan tangan, menjahit, perkebunan, perikanan, dan sebagainya. Selanjutnya lokasi ini akan jadi tempat berbagi sebagai sentra sosial, tempat rehabilitasi korban anak rudapaksa, penyandang disabilitas dan Sekolah Rakyat tingkat SMA.