Palembang, IDN Times - Polemik kebijakan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tidak mengenakan hijab saat pengukuhan menimbulkan beragam respon. Alasan awal tak memakai jilbab dengan tujuan keseragaman dan penyetaraan dinilai bertentangan dengan agama.
Menanggapi persoalan tersebut Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Sumatra Selatan (Sumsel) periode 2024-2029, Deliar Marzoeki menegaskan jika larangan tidak boleh mengenakan hijab terhadap anggota Paskibraka bukan paksaan dan di Sumsel tak menerapkan kebijakan itu.