Ilustrasi pekerja migran Indonesia. (IDN Times/istimewa)
Sementara itu, Puspa Dewi menyebutkan alasan yang membuatnya tidak tahan karena perlakuan majikan dan juga selama 4,5 bulan tidak mendapatkan upah. Ditambah saat mau pulang pihak agensi meminta ganti rugi sejumlah uang.
"Saya ucapkan banyak terima kasih telah membantu memulangkan saya ke Indonesia dengan selamat. Saya kapok, saya jera pak. Pokoknya serba salah saya," ujar ibu dua anak itu.
Ia terpaksa membuat video yang akhirnya viral itu karena sudah tidak tahan dengan perlakuan majikannya yang sering kali menekan dan tidak memberikan upah selama empat bulan. Selain itu, Puspa mengakui dirinya nekat bekerja di luar negeri melalui jalur ilegal disebabkan kebutuhan akan biaya hidup kedua anaknya.
"Saya butuh uang dan butuh pekerjaan untuk menghidupi dua anak saya. Selama bekerja di Singapura dijanjikan gaji 550 dollar Singapura ditambah 20 dollar lagi untuk pengganti off day. Kalau digabungkan, totalnya jadi Rp7 juta per bulan. Namun upah tersebut tidak saya terima," jelasnya.