Badai Sitokin yang baru-baru ini sempat menghebohkan, pertama kali diungkapkan artis Deddy Corbuzier. Ia mengaku hampir saja kehilangan nyawa saat berjuang melawan Sitokin. Yuwono menjelaskan, Sitokin awalnya menyerang penderita di minggu pertama terpapar virus.
Pada pase pertama ini disebut flu like syndrome, atau gejala-gejala yang menyerupai flu. Lalu di minggu kedua ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, seperti pasien masuk fase kritis dan penderita sudah sembuh.
“Itulah kenapa isolasi mandiri wajib dilakukan selama 14 hari," ujar dia.
Saat masuk fase kritis ditandai perlawanan imunitas yang begitu kuat. Perlawanan dilakukan oleh zat dalam tubuh yang dinamai Sitokin, utamanya adalah Interlukim 6 atau IL6. Pada perlawanan yang begitu tinggi, zat Sitokin berproduksi cukup banyak di dalam tubuh.
“Kondisinya tumpah ruah. Zat ini berperang melawan virus yang masuk ke dalam tubuh. Perang antara Sitokin dan virus membuat tubuh dalam keadaan tak kuat. Gejalanya seperti bisa hipertensi dan kesadaran menurun. Orang itu bisa teler atau koma. Lalu suhu badannya juga bisa menurun, agak dingin atau demam tinggi sampai 42 derajat," jelas dia.