Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemandangan lembah Gunung Dempo dari puncak Merapi Dempo, Pagaralam
Pemandangan lembah Gunung Dempo dari puncak Merapi Dempo, Pagaralam (IDN Times/Sidratul Muntaha)

Intinya sih...

  • Penutupan sementara selama hampir 3 bulan ini dilakukan sebagai upaya untuk pemulihan ekosistem

  • Penutupan dilakukan juga karena mempertimbangkan kondisi cuaca ektrem

  • Pendaki diharapkan dapat merencanakan ulang perjalanan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pagar Alam, IDN Times - Para pecinta alam yang hendak menjajal jalur menantang pendakian Gunung Dempo Kota Pagar Alam harus menahan diri. Terhitung 15 Januari sampai 25 Maret 2026, jalur pendakian akan ditutup dan steril dari aktivitas apapun.

Penutupan sementara selama hampir selama tiga bulan ini dilakukan sebagai upaya untuk pemulihan ekosistem Gunung Dempo dan sehubungan dengan bulan suci Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri 2026.

1. Penutupan pun mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem

Kawasan Gunung Dempo Pagaralam (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) X Dempo, Hery Mulyono mengatakan, penutupan jalur pendakian berdasarkan surat pemberitahuan nomor: 500.4 &. 10/143 /Dishut.KPH-X/2025 tentang penutupan jalur pendakian. Hal tersebut dikeluarkan atas dasar UU nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan 2, dalam Rapat Koordinasi KPH X Dempo dan BRIGADE pada tanggal 17 Desember 2025.

"Penutupan dilakukan juga karena mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi angin kencang dan hujan lebat selama bulan tersebut. Hal itu dilakukan juga guna meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan," ujarnya, Minggu (3/1/2026).

2. Pendaki diharapkan dapat merencanakan ulang perjalanan

Pendaki Gunung Dempo (instagram.com/dioanggara_003_)

Pihaknya sudah memberi informasi penutupan jauh-jauh bahkan sejak Desember 2025 agar calon pendaki tidak terkejut dan memaklumi kebijakan tersebut. Pendaki diharapkan dapat merencanakan ulang perjalanan atau memilih alternatif destinasi pendakian lain selama masa penutupan berlangsung.

"Penutupan ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi alam Gunung Dempo agar dapat pulih dari aktivitas pendakian yang cukup intens, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati," jelas Hery.

3. Objek wisata Gunung Dempo masih dipadati wisatawan

Kafe di kaki Gunung Dempo dengan pemandangan menghadap kota Pagaralam. (IDN Times/ Deryardli Tiarhendi)

Saat ini, objek wisata Gunung Dempo masih dipadati wisatawan meskipun tidak sepadat pada 1 Januari 2026 lalu. Tampak beberapa kendaraan roda empat dan roda dua terpantau masih naik turun ke kawasan Gunung Dempo. Kendati demikian, pendakian ke Gunung Dempo jelang pergantian tahun telah dibatasi mengingat kondisi cuaca ekstrem dan status Gunung Api Dempo yang masih di level Waspada.

Ketua BRIGADE, Angga mengatakan, pembatasan dilakukan demi menjaga keselamatan para pendaki. Adapun jumlah pendaki yang diizinkan berada di kawasan puncak Gunung Dempo dibatasi maksimal 200 orang.

"Sistem yang diterapkan bersifat bergantian. Apabila jumlah pendaki di puncak masih mencapai 200 orang, maka pendaki lain belum diperkenankan naik sebelum ada pendaki yang turun," ujarnya.

Editorial Team