Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi aktivitas tatap muka di sekolah Palembang (IDN Times/Dokumen)
Ilustrasi aktivitas tatap muka di sekolah Palembang (IDN Times/Dokumen)

Intinya sih...

  • Pemkot Palembang berjanji memperbaiki bangunan sekolah rusak hingga tahun 2026.

  • Lebih dari 30 persen bangunan SD dan SMP mengalami kerusakan, membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.

  • Pemkot akan menggunakan APBD untuk renovasi bangunan sekolah dan melanjutkan program pendidikan penting lainnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menjanjikan penyelesaian perbaikan bangunan sekolah rusak sepanjang tahun 2026. Apalagi anggaran tahun ini, sektor pendidikan termasuk dalam skala prioritas.

"Tahun 2026 sektor pendidikan masih menjadi sorotan utama," ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa, dalam keterangan rilis yang diterima, Kamis (1/1/2026).

1. Sekitar 35 persen bangunan SD di Palembang rusak

Ilustrasi sekolah di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Berdasarkan laporan dinas pendidikan kota, tercatat lebih dari 30 persen bangunan sekolah tingkat SD dan SMP mengalami kerusakan dari sisi infrastruktur maupun kebobrokan fasilitas belajar dan mengajar.

"Tercatat sekitar 35 persen bangunan SD dan 30 persen SMP masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana," katanya.

2. Renovasi bangunan sekolah menggunakan APBD dan anggaran pusat

Ilustrasi sekolah di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dewa mengatakan, selain mengutamakan renovasi bangunan sekolah dengan memanfaatkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2026-2027, pemkot juga akan melanjutkan sejumlah program pendidikan penting lainnya.

"Untuk target tuntaskan rehabilitasi bangunan sekolah kita menggunakan dana APBD maupun pusat," jelas dia.

3. Sebut program MBG tetap dipantau

Pembagian makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Palembang (Dok: tangkapan layar)

Sektor pendidikan lain yang juga akan tetap diawasi dan dipantau lanjut Dewa, salah satunya program pemerintah pusat dalam penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG).

"Kita juga akan terus melanjutkan program MBG bagi siswa sebagai bagian dari peningkatan kualitas SDM," katanya.

Diketahui, Palembang saat ini sudah memiliki sekitar 136 dapur MBG atau pengelola satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) bagi ribuan siswa. Ke depan, jumlah dapur akan terus ditingkatkan untuk menyentuh semua target sasaran penerima

Editorial Team