Palembang, IDN Times - Perambahan kawasan pantai pesisir timur Sumatra Selatan (Sumsel) kini memasuki tahap mengkhawatirkan. Dinas Kehutanan Sumsel, mencatat jumlah hutan bakau seluas 345.990 hektare (Ha) kini semakin rusak.
Hutan bakau yang membentang di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hingga Banyuasin memasuki kategori kritis sekitar 18,23 persen. Sedangkan 62,5 ha lainnya sangat kritis. Aktivitas tambak udang, tambak ikan dan pencurian kayu bakau memperparah kerusakan yang ada.
"Penyebab kian kritisnya kawasan mangrove terjadi karena perambahan hutan, pembukaan tambak (udang) dan pembukaan pelabuhan," ungkap Kadis Kehutanan Sumsel, Pandji Tjahjanto, Sabtu (6/11/2021).
