Palembang, IDN Times - Rencana pemerintah mengembalikan sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa yang sebelumnya dihapus di era Menteri Nadiem Makarim menjadi sorotan. Pasalnya, pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasman) Abdul Mu'ti mendapat pro kontra di tengah masyarakat.
Pakar pendidikan sekaligus Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan dan Politik (PSKP) Ade Indra Chaniago menilai, sistem pendidikan lama yang membagi penjurusan pada tingkat SMA sudah sangat tepat diterapkan. Setiap individu dinilai tidak memiliki kapasitas dan minat yang sama. Untuk itu, pendidikan seharusnya mampu menekankan pentingnya pemahanan kapasitas individu dan arah besar bangsa.
"Karena yang saya pahami bahwa kapasitas setiap orang tidak sama. Jadi ketika dipaksakan untuk memahami banyak hal tentu saja hasilnya tidak akan maksimal. Setiap individu tidak perlu menjadi sama karena antara satu dan lain bisa saling mengisi atau sederhananya semua orang ingin bekerja di ruangan lantas siapa yang akan bekerja di lapangan," ungkap Ade Indra Chaniago kepada IDN Times, Jumat (18/3/2025).