Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potongan percakapan chat mesum seorang guru SMP di Prabumulih terhadap muridnya. (Dok. Istimewa)
Potongan percakapan chat mesum seorang guru SMP di Prabumulih terhadap muridnya. (Dok. Istimewa)

Intinya sih...

  • Pesan mesum tersebut dilakukan guru SMP negeri inisial D

  • Sang guru menuliskan kalimat mesum kepada muridnya

  • Dinas pendidikan Prabumulih langsung nonaktifkan status guru mesum

  • Inspektorat Prabumulih sudah beri rekomendasi sanksi terhadap guru mesum

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Prabumulih, IDN Times - Viral di media sosial potongan percakapan mesum yang dilakukan oleh seorang guru kepada muridnya terjadi di salah satu sekolah di Prabumuliah. Chat yang berisi kalimat tak pantas tersebut beredar sejak Rabu (27/8/2025) dan meresahkan warga Prabumulih karena dianggap mencoreng nama baik dunia pendidikan.

Pesan mesum tersebut dilakukan guru SMP negeri inisial D terhadap muridnya pada tengah malam. Belakangan diketahui jika sang guru berstatus PPPK dan pihak sekolah telah melaporkan permasalah tersebut ke dinas pendidikan maupun inspektorat Pemkot Prabumulih.

1. Korban menanggapi chat sang guru dengan acuh

ilustrasi chat (pexels.com/Tim Samuel)

Salah satu percakapan yang beredar memperlihatkan sang guru menuliskan kalimat mesum yang seharusnya tidak pernah diucapkan seorang pendidik. Sementara sang siswi hanya memberikan jawaban singkat berupa kata 'ai dh', seolah enggan melayani percakapan lebih lanjut.

Namun guru tersebut justru mengirimkan balasan bernada cabul 'Nak di bawah ap di pucuk bapak, di pucuk bae ya, ngoc*k pake tangan”.

Lalu chat selanjutnya sang guru menulis 'dingin nak dipeluk bpk dk? Dicium dimna lagi cynk? Maunya dmn?'

Unggahan ini sontak menuai reaksi keras dari warganet. Ribuan komentar bermunculan, sebagian besar berisi kecaman terhadap tindakan oknum guru tersebut.

2. Guru mesum langsung dinonaktifkan oleh Dinas Pendidikan

Ilustrasi pelecehan seksual terhadap perempuan. (IDN Times/Arief Rahmat)

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, A Darmadi angkat bicara terkait ulah guru cabul tersebut. Pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan perbuatan tak senonoh tersebut.

“Sudah dapat informasinya, tapi saya belum melihat langsung chat tersebut. Namun untuk sementara ini, guru tersebut sudah kita nonaktifkan. Artinya tidak mengajar lagi sejak Selasa 26 Agustus,” ujarnya.

Darmadi mengungkapkan, guru berinisial D tersebut sudah mengajar cukup lama, sekitar 25 tahun, tanpa pernah ada laporan terkait perilaku menyimpang sebelumnya.

"Selama ini tidak pernah ada laporan yang aneh-aneh. Baru kali ini mencuat. Namun kami tidak akan tinggal diam. Saat ini, Dinas Pendidikan Prabumulih tengah melakukan klarifikasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi," bebernya.

Selain itu, pihak sekolah juga diminta memberikan pendampingan khusus kepada siswi yang menjadi korban. Terhadap korban, Disdik sudah instruksikan guru BK untuk melakukan pendampingan.

"Termasuk akan menghadirkan psikiater agar kondisi psikologis korban tidak terganggu akibat kasus ini," jelas Darmadi.

3. Sang guru akui perbuatannya dan sebut menyesal

Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara itu, Inspektur Daerah Prabumulih, Indra Bangsawan menegaskan pihaknya sudah mendengar informasi itu dan langsung bertindak. "Oknum guru itu sudah diperiksa tim Inspektorat. Ia mengakui perbuatannya dan menyesali perbuatannya,” jelas Indra.

Karena itulah, pihaknya telah memberikan rekomendasi resmi kepada kepala sekolah (Kepsek) sebagai atasan langsung guru bersangkutan. Rekomendasi tersebut akan ditembuskan kepada BKPSDM Prabumulih untuk ditindaklanjuti sesuai aturan.

"Rekomendasi ini kita sampaikan agar diberikan sanksi tegas supaya kejadian serupa tidak terulang lagi,” ungkap Indra.

Editorial Team