Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi saat melakukan olah TKP tempat honorer PDAM di OKU Selatan tewas di ruko.
Polisi saat melakukan olah TKP tempat honorer PDAM di OKU Selatan tewas di ruko. (Dok. Polres OKU Selatan)

Intinya sih...

  • Jenazah honorer PDAM ditemukan tewas di ruko oleh rekannya.

  • Korban diduga minum cairan pestisida, ditemukan muntahan hijau dan gayung berisi cairan hijau.

  • Keluarga korban menolak autopsi, sementara polisi menguatkan dugaan kematian akibat minuman beracun.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ogan Komering Ulu Selatan, IDN Times -Welly Mailendra (39) honorer PDAM asal Kabupaten Banyuasin ditemukan tewas di sebuah ruko yang berada di Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

Polisi menduga korban tewas bunuh diri dengan cara menenggak cairan pestisida. Sebab dari olah TKP, petugas menemukan muntahan berwarna hijau dan sebuah gayung berisi cairan hijau.

1. Jenazah korban ditemukan oleh kedua rekannya

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat)

Kasi Humas Polres OKU Selatan, AKP Supardi mengatakan, penemuan mayat bermula ketika dua rekan kerja korban, Tintus Gunawan (37) dan Deki Irawan (42) hendak menuju area Simpang Kotaway untuk membuka kran air PDAM. Kemudian keduanya memutuskan mampir ke ruko tempat tinggal korban, namun panggilan dan ketukan pintu berulang kali tak mendapat respons.

“Karena tidak dijawab, para saksi mulai curiga. Tidak lama kemudian datang dua tetangga korban, yakni Indra (54) dan Heriadi (48). Mereka ikut memastikan kondisi korban, dan akhirnya memutuskan membuka paksa pintu ruko," ujarnya, Minggu (30/11/2025).

2. Diduga kuat korban minum cairan pestisida

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat)

Begitu pintu berhasil dibuka, para saksi langsung terkejut saat melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia terbaring di atas sebuah matras di ruang tengah ruko. Kedua saksi yang panik kemudian menghubungi Polsek Muaradua.

"Tim Piket Pamapta Polres OKU Selatan bersama Satreskrim segera tiba di lokasi dan melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," terangnya.

Selain itu, di dekat tubuh korban terdapat bekas muntahan berwarna hijau, sebuah gayung berisi cairan hijau, serta satu botol cairan pestisida di lantai bawah ruko. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat menenggak cairan beracun.

"Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Muaradua untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Hasil visum dari dokter piket RSUD kembali menegaskan tidak ada tanda kekerasan fisik. Dugaan kuat kematian korban diakibatkan oleh minuman mengandung racun atau pestisida," terangnya.

3. Keluarga korban menolak autopsi terhadap jenazah

Ilustrasi jenazah. (timlo.net)

Sementara itu keluarga korban menyatakan mengikhlaskan peristiwa tersebut. Mereka menolak autopsi maupun proses hukum lanjutan dan menguatkannya dengan surat pernyataan resmi.

"Keluarga meminta jenazah segera dipulangkan ke daerah asal untuk dimakamkan di Kabupaten Banyuasin. Namun kami tetap melakukan prosedur standar, mulai dari olah TKP, pengumpulan keterangan saksi, pemeriksaan medis, hingga serah terima jenazah kepada keluarga," terangnya.

4. Mari bersama cegah perilaku bunuh diri

Ilustrasi bunuh diri. (IDN Times/ Arief Rahmat)

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. 

Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. 

RS jiwa tersebut ialah:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565

RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467

RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841

RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601

RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444

NGO Indonesia pencegahan bunuh diri: Jangan Bunuh diri telp: (021) 9696 9293 email: janganbunuhdiri@yahoo.com

Organisasi INTO THE LIGHT message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) direct message via Twitter: @IntoTheLightID

Kementrian Kesehatan Indonesia telp:(021) 500454

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team