Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Buntut Perusakan Makam PM Kesultanan Palembang, DPRD Dorong Raperda
Ziarah kubur Pemakaman Perdana Menteri Palembang Pangeran Kromo Joyo (Dok: istimewa)

Palembang, IDN Times - Perusakan komplek pemakaman Perdana Menteri Kesultanan Palembang Pangeran Kramo Jayo memunculkan masalah serius terhadap perlindungan Cagar Budaya di Palembang. DPRD Palembang pun mewacanakan adanya rancangan peraturan daerah (raperda). 

"Kami sedang membuat raperda RT RW untuk melindungi cagar budaya, sudah kami mapping, kami sudah berkoordinasi dengan dinas kebudayaan," ungkap Anggota DPRD Palembang Fraksi Gerindra Akbar Alfaro, Sabtu (13/5/2023).

Insiden perusakan cagar dalam bentuk makam itu terjadi pada Februari 2023. Perusakan tersebut disinyalir dilakukan oleh pihak-pihak yang mengklaim memiliki tanah pemakaman yang ada.

Meski sudah berstatus Objek Cagar Budaya dan terdaftar secara nasional, tak membuat pemakaman aman dari sengketa. Status lahan makam yang diperjualbelikan dinilai karena tidak adanya payung hukum yang melindungi.

1. Kota tertua di Indonesia tidak punya payung hukum perlindungan cagar budaya

Sultan Mahmud Badaruddin II, pahlawan nasional asal Palembang yang memimpin masa Kesultanan Palembang Darussalam dua periode (Facebook/Budaya Palembang Darussalam)

Akbar menjelaskan, sejauh ini pihaknya di legislatif tengah menyusun raperda tentang cagar budaya karena selama ini tidak ada aturan yang jelas soal perlindungan cagar budaya di Palembang.

Akbar mengungkap, kondisi ini dinilai memprihatinkan karena sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, Palembang justru lemah dalam hal perlindungan cagar budaya.

"Kota Palembang ini banyak sekali peninggalan sejarah, harus kita buat payung hukumnya," beber dia.

2. Objek cagar budaya tidak bisa diperjualbelikan

IDN Times/Sidratul Muntaha

Senada, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli mendorong pemerintah Provinsi Sumsel dan Kota Palembang untuk serius menangani masalah cagar budaya yang ada. Menurutnya, sengketa dan perusakan batu nisan harus menjadi momen untuk menggerakan pemerintah turun menjaga dan mengembalikan fungsi makam ke asalnya.

"Komplek pemakaman ini kita minta juga menjadi perhatian dari pemerintah, pemerintah harus hadir, jangan menutup mata. Ini jelas bagian dari Cagar Budaya tidak bisa diperjualbelikan," jelas dia.

3. Silsilah Pangeran Kromo Joyo

Ziarah kubur Pemakaman Perdana Menteri Palembang Pangeran Kromo Joyo (Dok: istimewa)

Komplek pemakaman Pangeran Perdano Menteri Kramo Jayo berada di kawasan Ikan Mas 15 ilir Palembang. Komplek pemakaman itu juga menjadi tempat persemayaman Perdana Menteri Pertama Kesultanan Palembang Pangeran Kramo Joyo dan zuriatnya.

Dikutip dari berbagai sumber, Pangeran Kramo Jayo merupakan tokoh penting dalam sejarah Palembang Darussalam. Kramo Jayo sudah menduduki jabatan penting sejak masa kekuasaan Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.

Pada tahun 1819, Pangeran Kramo Jayo dipercaya sebagai Komandan Buluwarti Timur di Benteng Kuto Besak dalam perang Menteng. Dia juga sempat menjadi Komandan Benteng Tambakbaya di Muara Sungai Komering Plaju dengan senjata pusaka yang paling ampuh yaitu 'Meriam Sri Palembang'.

Pangeran Kramo Joyo menikahi Raden Ayu Khotimah, salah seorang anak dari Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II. dari pernikahannya ini, Kramo Jayo dikaruniai lima putri dan dua putra yakni, RA Azimah, RA Syaikho, RA Zakiah, RA Fatimah, RA Zubaidah, Pangeran Nata Diraja Abdul Hafiz dan Pangeran Wira Menggala Abdur Roqib.

Editorial Team