Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi curah hujan rendah
ilustrasi curah hujan rendah (pexels.com/Sitthan Kutty)

Intinya sih...

  • BMKG mencatat perubahan pola musim di Sumsel sepanjang 2025, dengan musim hujan yang lebih panjang dan hilangnya musim kemarau di beberapa wilayah.

  • Anomali cuaca juga terjadi, dengan suhu udara tertinggi mencapai 36,1 derajat celsius dan curah hujan harian tertinggi mencapai 235 milimeter pada Oktober 2025.

  • Perubahan cuaca dan musim semakin sulit diprediksi, menuntut kesadaran akan pentingnya keselamatan pribadi, keluarga, dan lingkungan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, sepanjang 2025 telah terjadi perubahan pada pola musim penghujan dan kemarau. Sejauh ini, kondisi musim berjalan tak menentu, ditandai dengan durasi musim hujan yang lebih panjang hingga hilangnya musim kemarau di sebagian wilayah.

Kondisi ini merupakan dampak nyata dari perubahan iklim global yang berdampak pada Bumi Sriwijaya. BMKG mencatat ada beberapa wilayah yang di tahun 2025 tak mengalami kemarau.

"Kondisi tersebut tercatat di sejumlah pos hujan, seperti Pengandonan dan Baturaja Timur di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), serta Buay Rawan dan Banding Agung di Kabupaten OKU Selatan," ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel, Wandayantolis, Jumat (2/1/2026).

1. Suhu tertinggi berada di kisaran 37 derajat celsius

ilustrasi perubahan iklim (pixabay.com/Rosy /Bad Homburg/Germany)

Selain perubahan pola musim, BMKG mencatat terdapat sejumlah anomali cuaca di Sumsel sepanjang 2025. Catatan suhu udara di Sumsel sempat menyentuh angka suhu maksimum mencapai 36,1 derajat celsius.

"Angka ini merupakan suhu tertinggi kedua dalam catatan kami setelah rekor tertinggi terjadi 37,4 derajat celsius yang pernah terjadi pada November 2019 dan 2023," jelas dia.

2. Suhu terdingin 2025 berada dikisaran 21,9 derajat

Hamparan hutan tropis yang luas merupakan aset berharga dalam skema perdagangan karbon global untuk memitigasi perubahan iklim. (Sumber: Unsplash/Boris Misevic)

Sedangkan untuk suhu terendah di tahun 2025 tercatat mencapai 21,9 derajat celsius pada Mei 2025. Meski suhu tersebut rendah, angka ini masih jauh di atas rekor suhu terdingin di Sumsel yang pernah terjadi pada beberapa dekade silam.

"Suhu udara terdingin terjadi pada Desember 1992 diangka 17,6 derajat celsius," jelas dia.

3. Perubahan cuaca sulit diprediksi

Banjir yang menggenangi ruas jalan nasional di Kota Mataram akibat curah hujan tinggi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara, dari sisi curah hujan, intensitas harian tertinggi mencapai 235 milimeter pada 3 Oktober 2025 di Pos Hujan Pulau Semambu, Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Dari perubahan pola tersebut Wandayantolis mengungkapkan, saat ini perubahan cuaca dan musim semakin sulit diprediksi.

"Kondisi dinamika atmosfer yang semakin kompleks akibat perubahan iklim sepatutnya membuat kita lebih peduli, baik untuk keselamatan pribadi, keluarga, maupun lingkungan," jelas dia.

Editorial Team