Palembang, IDN Times - Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya di wilayah Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam dan Kabupaten Muaraenim, mulai dihadapkan pada rasa takut akan munculnya satwa liar jenis Harimau Sumatera secara tiba-tiba.
Bukan tanpa alasan, keluarnya Panthera Tigris Sumatrae dari habitatnya ini menyebabkan munculnya korban jiwa. Dalam rentang November dan Desember 2019 ini, Harimau Sumatera ini sudah menewaskan tiga warga.
Korban pertama, Wanto (57), warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, pada 17 November 2019. Kemudian Yudiansyah Herianto (40), warga Tebat Benawa, Dempo Selatan, Kota Pagaralam, pada awal Desember 2019 dan yang terbaru, Mustadi (50), warga Desa Rekimai Jaya, Kecamatan Semendo Darat Tengah, perbatasan Muaraenim dan Lahat, pada Kamis 12 Desember 2019.
Berikutnya, warga yang mengalami luka-luka akibat serangan Harimau Sumatera, yakni Irfan (19) warga Sekayu yang tengah berlibur, dan Marta (24) warga Lahat yang lagi berada di Tebat Benawa, Dempo Selatan, Kota Pagaralam.
Serangan demi serangan satwa liar yang dilindungi ini, menjadi tanda tanya besar bagi semua orang. Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab hewan yang masuk klasifikasi satwa kritis yang terancam punah ini muncul dari sarangnya?