Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Korban banjir di Kabupaten Agam, Sumatra Barat dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas karena akses darat terputus.
Korban banjir di Kabupaten Agam, Sumatra Barat dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas karena akses darat terputus. (Dok. IDN Times)

Intinya sih...

  • Evakuasi warga terluka di Agam dilakukan lewat udara setelah akses darat terputus akibat banjir dan longsor

  • 126 orang meninggal, 86 hilang, dan 13 luka-luka akibat banjir dan longsor di Sumatra Barat, dengan Kabupaten Agam sebagai daerah dengan korban meninggal tertinggi

  • Distribusi bantuan ke wilayah terdampak hanya bisa dilakukan melalui udara karena jalur darat lumpuh total, evakuasi udara menjadi penyelamat di tengah krisis

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Agam, IDN Times – Evakuasi warga terluka di Jorong Subarang Aia, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat harus dilakukan lewat udara setelah banjir dan longsor memutus seluruh akses darat pada Sabtu (29/11/2025). Delapan warga dengan luka berat diterbangkan menggunakan helikopter Basarnas menuju RSUD Lubuk Basung untuk mendapatkan penanganan medis cepat.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sekaligus Kepala Markas PMI Agam, Ade Alfani mengatakan, kondisi korban tidak memungkinkan menunggu pembukaan jalur darat.

“Sebagian pasien mengalami cedera berat seperti patah tulang dan robek pada bagian belakang kepala dekat telinga. Dengan akses yang terputus total, rujukan udara menjadi satu-satunya cara agar mereka segera mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Korban banjir dan longsor Sumbar: 126 orang meninggal, 86 hilang

Korban banjir di Kabupaten Agam, Sumatra Barat dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas karena akses darat terputus. (Dok. IDN Times)

Berdasarkan data BPBD Sumbar per 30 November 2025 pukul 09.00 WIB, tercatat 126 orang meninggal dunia, 86 orang hilang, dan 13 orang luka-luka. Kabupaten Agam menjadi daerah dengan korban meninggal tertinggi, yakni 87 jiwa.

Data juga mencatat 119.018 warga terdampak, sementara lebih dari 77.918 orang terpaksa mengungsi, terutama di Pesisir Selatan dan Kota Padang. Delapan kabupaten/kota melaporkan kerusakan parah dengan jalur provinsi dan nasional yang terputus akibat longsor dan rusaknya jembatan.

Masifnya kerusakan menyebabkan sebagian besar wilayah, termasuk Kampuang Tangah, benar-benar terisolasi.

PMI dan relawan kawal pengiriman bantuan di tengah akses terbatas

Situasi pasca banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Minggu (30/11/2025) (Dok. BNPB)

Selain fokus pada evakuasi medis, kebutuhan mendesak warga Kampuang Tangah terus meningkat. Bantuan darurat yang dibutuhkan mencakup obat-obatan, makanan siap santap, perlengkapan ibu hamil, kebutuhan anak-anak dan balita, serta penerangan karena listrik masih padam di banyak titik.

Namun, jalur darat yang lumpuh total membuat distribusi bantuan hanya bisa dilakukan melalui udara. Alternatif lain seperti jalur sungai berisiko tinggi, sedangkan jalur galodo tidak stabil dan berbahaya untuk dilewati.

Relawan PMI bersama aparat gabungan tetap berupaya menembus daerah terdampak. Logistik dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah tiba, sementara delapan titik tambahan dalam proses pengiriman dengan pengawalan kepolisian.

Evakuasi udara jadi penyelamat di tengah krisis

Situasi pasca banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Minggu (30/11/2025) (Dok. BNPB)

Untuk mempercepat penanganan bencana, BNPB mengerahkan 24 personel pendamping, pesawat Caravan, serta helikopter Bell 505 untuk distribusi bantuan ke wilayah yang belum terakses. Bantuan darurat dari Presiden juga telah tiba di Bandara Minangkabau, termasuk alat komunikasi, genset, tenda, LCR, dan ribuan paket makanan siap saji.

BNPB memastikan upaya percepatan pembukaan akses, pendataan lanjutan korban, dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh relawan yang terlibat.

Editorial Team