(Bidan di Prabumulih yang diduga melakukan Malpraktik) IDN Times
Sementara itu, Bidan ZN mengaku kalau ia memberikan obat suntik yang terdiri dari obat anti muntah dan suntik vitamin.
"Itu suntik anti muntah dan vitamin, tidak lebih dari itu," ujarnya setelah diadang wartawan usai menjalani pemeriksaan Inspektorat pada Jumat (3/5/2024).
Terkait dugaan banyaknya ampul yang digunakan untuk menyuntik pasien, Bidan ZN mengatakan, dua obat itu hanya dioplos yang disebutnya menggunakan aquades. Alasannya jika orang kurus dengan spet kecil, maka akan mengental sehingga menyusahkan dalam pemberian obat.
"Jadi Raninitidin injeksi dioplos pake spet agak besar, sehingga dia cair dan mudah dalam mendorong obat masuk," jelasnya.
Saat disinggung terkait apa yang dilakukannya itu sebagai malapraktik, bidan ZN memilih tak memberikan jawaban.