Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
SPPG di Padang yang tidak salurkan MBG
SPPG di Padang yang tidak salurkan MBG (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Intinya sih...

  • Orang tua siswa SDN 01 Sawahan, Kota Padang kecewa dengan penghentian penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

  • Fiki Tri Saputra menyatakan kekecewaannya karena SPPG tidak memiliki dana cadangan untuk menalangi persoalan anggaran yang belum diturunkan.

  • Fiki berharap penyaluran MBG bisa kembali disalurkan kepada para siswa, atau digantikan dengan program lain jika SPPG tidak sanggup menalangi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Orang tua siswa sekolah dasar di Kota Padang mengaku kecewa dengan tidak diberikannya Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anaknya. Salah satunya adalah Fiki Tri Saputra yang mengaku terkejut dengan informasi dari sang anak yang menyatakan bahwa tidak akan ada MBG pada Kamis (12/2/2026).

"Tadi pagi anak saya meminta dibuatkan bekal oleh ibunya dan mengatakan bahwa MBG tidak ada untuk hari ini. Saya terkejut mendengar itu," katanya.

1. Kecewa dengan penghentian MBG

Siswa di SDN 5 Nanggalo menikmati menu MBG (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Fiki mengaku dia kecewa dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memberikan MBG selama ini untuk siswa di SDN 01 Sawahan, Kota Padang.

"Saya kecewa juga karena biasanya anak tidak pernah kami bekali dengan makanan setiap harinya dan hari ini anak meminta bekal," katanya.

Ia menyatakan kekecewaannya tersebut lantaran program strategis yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto itu dirasakan memiliki dampak yang baik.

"Saya tidak tahu pasti penyebabnya, tapi dari yang saya dengar karena anggaran untuk MBG tersebut belum cair," katanya.

2. Harusnya ada dana cadangan

Siswa di SDN 5 Nanggalo menikmati menu MBG (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Menurut Fiki, seharusnya sebuah SPPG memiliki dana cadangan yang bisa digunakan untuk menalangi persoalan anggaran yang belum diturunkan.

"Setahu saya SPPG itu harus memiliki dana cadangan yang bisa digunakan. Bukan menghentikan seperti saat ini," katanya.

Menurutnya, dengan penghentian program tersebut SPPG yang menghentikan penyaluran MBG itu tidak mendukung program yang menjadi janji kampanye pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"Dengan begini, menurut saya dapurnya tidak mendukung program pak Presiden Prabowo," katanya.

3. Berharap pembagian MBG disalurkan lagi

Siswa di SDN 5 Nanggalo menikmati menu MBG (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Fiki berharap, MBG bisa kembali disalurkan kepada para siswa. Jika SPPG tidak sanggup menalangi, ia berharap pihak BGN menggantinya dengan yang lain.

"Program ini sangat bagus dan dampaknya sangat positif. Karena adanya dapur yang seperti itu membuat program ini menjadi tercoreng," katanya.

Menurutnya, jika dapur yang seperti itu tidak ditertibkan dan tidak dievaluasi, maka akan berdampak terhadap program yang sudah dilaksanakan tersebut.

Editorial Team