Comscore Tracker

Terjemahan Alquran Berbahasa Palembang, Ide - Tantangan & Local Wisdom

Bahasa Palembang menjadi pelengkap 20 terjemahan Alquran

Palembang, IDN Times - Tidak semua masyarakat Palembang yang paham dengan tuturan Bahasa Palembang halus (Baso Palembang). Bahkan, saat ini para pelafal nya bisa dihitung dengan jari. Namun, para budayawan dan ulama di Palembang  punya keinginan untuk tetap melestarikan kebudayaan melayu itu, lewat Alquran yang diterjemahankan dalam Bahasa Palembang.

Adalah pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, yang punya gagasan untuk melestarikan Baso Palembang tersebut. Tapi, UIN Raden Fatah Palembang tidak sendirian, melainkan turut melibatkan Puslitbang Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang Diklat Kementerian Agama RI, ulama dan budayawan Palembang.

"Bahasa Palembang halus ini sudah sangat langka, apa yang tersisa hanya pelafal Palembang sehari-hari yang sudah tercampur dengan bahasa lain. Proyek awal ini, kita mencari budayawan yang paham Bahasa Palembang halus, sekaligus yang paham bahasa Alquran. Tetapi tidak ketemu satu pun. Jadi kita mengalihbahasakan dari terjemahan Bahasa Indonesia ke Palembang halus," ujar Ketua Tim Penyusun Penerjemahan Alquran dalam bahasa Palembang, Dr Alfi Julizun Azwar, kepada IDN Times.

1. Gagasan awal pembuatan Alquran berbahasa Palembang

Terjemahan Alquran Berbahasa Palembang, Ide - Tantangan & Local WisdomIDN Times/Rangga Erfizal

Menurut Alfi, ide pertama kali menerjemahkan Alquran ke Bahasa Palembang dicetuskan oleh mantan Rektor UIN Raden Fatah, yang juga merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Prof KH Aflatun Muchtar. Saat berkunjung ke Gorontolo pada tahun 2012 lalu, kesadaran beliau (Aflatun) tergugah akan pentingnya mengangkat budaya melayu Palembang lewat Alquran.

"Idenya berangkat dari kunjungan pak Aflatun untuk menyerahkan Alquran berbahasa Gorontalo. Saat itu terpikir, kenapa Palembang tidak ada. Setelah pulang, mulailah ide itu ditawarkan ke beberapa pengusaha di Palembang namun kurang dapat tanggapan," jelas dia.

Waktu terus berlalu, keinginan mewujudkan Aquran terjemahan tersebut tetap menjadi mimpi bersama. Masuk tahun 2018, ide itu justru disambut baik oleh Kementerian Agama RI, berikut anggaran pengerjaannya.

"Allah mengizinkan, pada tahun 2018 ini teranggarkan dana untuk mewujudkan Alquran berbahasa Palembang," ujar Alfi.

2. Butuh waktu dua tahun untuk menerjemahkan Alquran

Terjemahan Alquran Berbahasa Palembang, Ide - Tantangan & Local WisdomIDN Times/Rangga Erfizal

Alfi mengungkapkan, proses menerjemahkan Alquran tersebut membutuhkan waktu dua tahun, sejak tahun 2018 hingga 2019. Setelah semua proses tersebut selesai, rencananya pada Oktober mendatang Alquran berbahasa Palembang sudah selesai dicetak.

"Awal 2018 merupakan tahapan pertama dan berlanjut pada tahun 2019. Pada tahun 2018, kita menerjemahkan dari Alquran ke Palembang halus. Tahap kedua kita lakukan validasi terjemahan. Kemudian setelah validasi itu disahkan oleh tim di Jakarta," ungkap dia.

Nanti sebelum naik cetak, tim dari Puslitbang akan mengecek keabsahan terjemahan sebelum dicetak.

"Itulah perlu validasi, kita minta orang yang paham tafsir. Memang sedikit banyak harus belajar Bahasa Palembang. Kita juga meminimalisir kesalahan itu dengan terus mengadakan workshop," sambung dia.

3. Tetap ada pihak yang tak setuju dengan pembuatan Aquran terjemahan Bahasa Palembang

Terjemahan Alquran Berbahasa Palembang, Ide - Tantangan & Local WisdomIDN Times/Rangga Erfizal

Alfi menceritakan, proses dan perjalanan pembuatan Alquran terjemahan ini bukan tanpa halangan. Karena, ide mereka tersebut sempat dipertanyakan beberapa pihak dan tidak sedikit yang ragu dengan niatan tersebut.

"Yang kontra ada, beberapa orang mengatakan, 'untuk apa diterjemahkan ke Bahasa Palembang', 'siapa yang mau bacanya'. Banyak kontroversi," kata dia.

Terlepas dari hal tersebut, Alfi tetap berharap pada proses validasi tahap akhir draft final terjemahan ini, akan menjadi langkah untuk mempromosikan syiar agama dan Bahasa Palembang halus.

"Kita terpikir bagaimana melestarikan Bahasa Palembang asli yang ada sudah ada sejak dulu agar tidak punah. Makanya, untuk mudah dimengerti nantinya bisa dicetak, bisa dua bahasa, Arab dan Palembang atau tiga bahasa sekaligus, Arab, Indonesia dan Palembang," terang dia.

4. Penggunaan bahasa ibu diharapkan dapat lebih menyentuh kalbu

Terjemahan Alquran Berbahasa Palembang, Ide - Tantangan & Local WisdomIDN Times/Rangga Erfizal

Ketua MUI Sumsel, Prof KH Aflatun Muchtar, menyambut baik penyusunan terjemahan Alquran Bahasa Palembang yang sudah mencapai tahap draft akhir. Mimpi mereka beberapa tahun lalu akan menjadi nyata dalam waktu dekat.

"Saya kira ini suatu hal yang sangat positif, karena Alquran ini harus kita sosialisasikan dan bisa dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat. Lalu bagaimana, di satu sisi kita menghidupkan kembali Bahasa Palembang, di sisi lain bagaimana pemahaman kita menggali Alquran terhadap Bahasa palembang. Alhamdulillah, gagasan kita mendapat respon dari litbang dan dibiayai pengerjaannya," kata dia.

Penggunaan bahasa Ibu ini, jelasnya, diharapkan dapat lebih merekatkan masyarakat dengan Alquran. Meskipun, hal itu tidak menjadi indikator seseorang menjadi lebih religius. Menurutnya, dengan adanya Alquran Bahasa Palembang, minimal masyarakat tergugah untuk membacanya.

"Ini menjadi upaya memahami bahasa Alquran dengan bahasa yang dimiliki masyarakat, kita harapkan akan lebih mudah menyentuh kalbu. Maka penting bagi ulama, untuk terus memberikan sosialisasi ke masyarakat," jelas dia.

5. Menghidupkan kembali budaya Melayu Palembang

Terjemahan Alquran Berbahasa Palembang, Ide - Tantangan & Local WisdomIDN Times/Rangga Erfizal

Tidak hanya berbicara tentang terjemahan Bahasa Palembang, Aflatun juga menginginkan peran serta pemerintah dalam membantu menghidupkan kembali budaya melayu Palembang. Salah satunya, dengan membuat Kampung Melayu Palembang.

Kampung Melayu Palembang ini merupakan proses lanjutan, mengangkat kebudayaan Palembang yang diharapkan jadi satu destinasi wisata baru untuk mengenal Palembang.

"Setelah Bahasa Palembang, kita angkat kebudayaannya juga. Lewat rencana pembuatan Kampung Melayu Palembang. Di sana nanti, akan ada sejarah gimana adat pernikahan Palembang dan lain sebagainya. Ada juga kita usulkan Pergub Wisata Halal, mulai dari hotel, makanan, travel," ujar Aflatun.

6. Baso Palembang tak sama dengan Bahasa Jawa, hanya ada kemiripan

Terjemahan Alquran Berbahasa Palembang, Ide - Tantangan & Local WisdomIDN Times/Rangga Erfizal

Budayawan Palembang, Kemas Anwar Beck, salah satu penerjemah Alquran Bahasa Palembang menuturkan, dalam menerjemahkan Alquran tersebut, dirinya tidak sendirian. Melainkan ada tim yang merupakan gabungan dari dari budayawan, ahli tafsir hingga penerjemah di bawah Kementerian Agama mengerjakan proyek tersebut.

"Saya menerjemahkannya bersama teman-teman lainnya ada 6 orang. Saya kebagian menerjemah 7 Juz ayat Alquran," jelas pria yang akrab disapa Yai Beck itu.

Menurut Yai Beck, sebagai budayawan, mereka masih memiliki ingatan mengenai Bahasa Palembang halus. Bahasa ini, dulunya merupakan bahasa sehari-hari masyarakat, namun seiring jaman berganti ikut memudar. Untuk itulah, ketika proyek ini ditawarkan dirinya setuju untuk membantunya.

"Banyak yang menilai, Baso Pelembang halus ini sama dengan Bahasa Jawa. Padahal Bahasa Palembang bukan Bahasa Jawa, tapi memang ada kemiripan. Ya sasarannya masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan. Setidaknya saya masih meninggalkan bahasa ini agar tetap dipelajari," ujar dia.

7. Sulitnya menyelaraskan Bahasa Indonesia ke Baso Palembang

Terjemahan Alquran Berbahasa Palembang, Ide - Tantangan & Local WisdomIDN Times/Rangga Erfizal

Yai Beck menuturkan, saat proses penerjemahan mereka menemukan beberapa kesulitan. Seperti menyelaraskan antara bahasa di dalam Alquran, Bahasa Indonesia dan Bahasa Palembang. Proses tersebutlah, yang banyak menyita waktu sehingga mereka lebih banyak berhati-hati dalam menerjemahkan.

"Apa lagi banyak perbedaan dari Bahasa Indonesia ke Palembang halus. Sulitnya hanya di situ, selebihnya saya menyesuaikan pengerjaannya," tutur dia.

8. Dicetak terbatas hanya 500 eksemplar untuk disebar secara nasional

Terjemahan Alquran Berbahasa Palembang, Ide - Tantangan & Local WisdomIDN Times/Rangga Erfizal

Terpisah, Kepala Puslitbang Lektur Keagamaan Kemenag RI, Dr Muhammad Zain menjelaskan, Alquran terjemahan Bahasa Palembang menjadi pelengkap 20 terjemahan Alquran ke bahasa daerah. Memang, setiap penerjemahan memerlukan waktu. Karena, proses menerjemahkan merupakan proses menafsirkan.

"Nanti Alquran ini akan dicetak terbatas untuk di sebar secara nasional. Untuk tahap pertama ini, diproduksi sebanyak 500 eksemplar. Kita tahu, semua orang Palembang sudah tidak memakai bahasa ini dan dengan adanya terjemahan ini, diharapkan menjadi cara untuk dapat memahami lagi Bahasa Palembang dengan baik. Jika ada Alquran Bahasa Palembang, orang akan lebih menghormati, tidak sembarangan," jelas dia.

Sama halnya dengan bahasa daerah lain, Bahasa Palembang merupakan bahasa yang tergerus jaman. Nah, dengan adanya Alquran ini juga menjadi tantangan mengenalkan kembali Bahasa Palembang.

"Sebelum dilaunching, ayat-ayatnya kembali diperiksa. Ini upaya besar, insyaalllah prosesnya lebih cepat, dan local wisdom budaya Palembang tetap lestari," urai dia.

9. Dekade 80-an, Bahasa Palembang mulai ditinggalkan

Terjemahan Alquran Berbahasa Palembang, Ide - Tantangan & Local WisdomIDN Times/Rangga Erfizal

Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), Vebri Al Lintani mengatakan,langkah penerjemahan menjadi terobosan yang sangat bagus untuk mengangkat Bahasa Palembang halus yang semakin tergerus jaman. Menurutnya, sejak dekade 80-an Bahasa Palembang mulai ditinggalkan oleh masyarakat Palembang sendiri. Seperti pernikahan dan perubahan sistem dari perkampungan menjadi kelurahan.

"Ketika sistem kampung diganti dengan sistem kelurahan, bahasa itu mulai pudar. Tadinya, setiap kampung ada tokoh adat atau penjaga adat, yang fungsinya mengontrol masyarakat lewat budaya. Ketika ekosistem dari sistemnya berubah, maka mata rantainya lepas, pelan-pelan kebudayaan itu lepas," kata dia.

Bahasa Palembang halus ini, sambungnya, kerap digunakan oleh anak kepada orang tua. Bahasa yang tadinya memiliki fungsi sebagai etika, pelan-pelan ditinggalkan. Vebri berharap, dengan hadirnya Alquran ini membuat masyarakat Palembang kembali mencintai kebudayaannya.

"Ini tantangan dalam menerjemahkan, orang belum tentu mengerti, Tapi, paling tidak membuat orang belajar lagi Bahasa Palembang. Kebanyakan kosa kata itu tantangan bagi masyarakat Palembang," sambungnya.

10. Gubernur dukung penuh Alquran terjemahan Bahasa Palembang

Terjemahan Alquran Berbahasa Palembang, Ide - Tantangan & Local WisdomIDN Times/Rangga Erfizal

Menanggapi adanya gagasan tersebut, Gubernur Sumsel, Herman Deru, melalui Staf ahli Gubernur bidang SDM dan pemasyarakatan, Reza Fahlevi mengatakan, pembuatan Alquran ini didukung penuh oleh gubernur.

Dengan adanya terjemahan itu, akan membuat masyarakat dekat dengan kebudayaanya, dan merasa memiliki.

"Alquran dengan ciri Palembang ini begitu penting, outputnya melestarikan bahasa Palembang. Selain itu, nantinya Bahasa Palembang dapat menjadi muatan lokal dan pelajaran bahasa wajib di sekolah. Harus gaungkan kembali Bahasa Palembang asli," ujar dia.

Topic:

  • Sidratul Muntaha

Berita Terkini Lainnya