Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto (Dok. BPS Sumsel untuk DN Times)
Meski secara keseluruhan data kemiskinan di Sumsel melandai, sebaran penduduk miskin harus disoroti pemerintah daerah. Sebab, angka kemiskinan termasuk dalam skala dan indikator suatu wilayah, apakah daerah tersebut layak ditetapkan sebagai status ekonomi maju atau rendah.
"Sebaran penduduk miskin berdasarkan wilayah menunjukkan bahwa di wilayah perkotaan mengalami kenaikan, sementara di pedesaan justru terjadi penurunan signifikan. Jika pendapatan per kapita di bawah angka itu (Rp2,83 juta) maka penduduk dikategorikan sebagai miskin,” katanya.
Nilai kemiskinan lanjut wahyu, ditetapkan dari berbagai sisi. Termasuk sisi konsumsi, sejumlah komoditas utama tercatat memberi pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, yakni beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, dan mie instan. Perubahan harga atau keterjangkauan komoditas tersebut dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat miskin.