Ilustrasi ekonomi global. Foto: Freepik.com
Diketahui, ekonomi saat ini dalam ancaman. Hal tersebut dilihat berdasarkan kondisi kenaikan harga emas yang kian melambung dan tanpa henti. Bahkan, berdasarkan pantauan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkini, nilainya menurun tajam.
Situasi tersebut dinilai Pengamatan Ekonomi Sumsel Sri Rahayu jadi isyarat ekonomi daerah potensi memburuk. Menurutnya, kondisi harga emas terus melambung, harus menjadi perhatian serius. Sebab, keadaan sekarang merupakan tanda keuangan dan ekonomi wilayah tidak stabil.
"Kondisi ekonomi saat ini sedang tidak stabil dan penuh ketidakpastian," ujarnya 28 Januari lalu.
Tercatat pada 28 Januari, nilai IHSG pada angka perdagangan terpantau merosot. Yakni IHSG turun 6,8 persen ke level 8.369,48. Akibatnya, 488 saham merah, 408 tak bergerak dan hanya 62 naik.
Sedangkan dari pantauan harga emas 29 Januari 2026, kenaikan melambung signifikan. Yakni kenaikan sentuh Rp1 juta per suku atau 6,7 gram untuk perhiasan di angka Rp17,9 juta. Sementara emas batangan nyaris naik Rp200 ribu per gram.