Ilustrasi emas batangan (pexels/Michael Steinberg)
Efek harga emas yang naik terhadap kondisi core inflasi atau inflasi inti tersebut, memicu potensi pergerakan harga impor serta mendorong kemungkinan inflasi dalam tren jangka panjang akibat kenaikan harga yang terus-menerus dan tak berjeda tanpa henti.
Secara umum, inflasi inti berkaitan dengan nilai inflasi stabil. Tetapi kondisi ini, kata Bambang, mencerminkan tren jangka menengah hingga panjang. Apabila keadaan ini dihitung dengan pengeluaran barang, gejolak muncul terhadap volatile foods serta harga yang diatur pemerintah.
"Cuma, ketika harga emas global naik kemungkinan akan berdampak kepada harga impor dan berdampak inflasi (core inflasi). Dan kondisi ini (inflasi core) harus diperhatikan bersama dengan kantor pusat," kata Bambang.