Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Toko emas di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Toko emas di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Intinya sih...

  • Kenaikan harga emas Palembang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di pasar serta kondisi ekonomi dunia yang krisis.

  • Kebijakan shutdown Amerika Serikat oleh Donald Trump juga berdampak pada kenaikan harga emas yang berkelanjutan.

  • Harga emas naik juga karena tanda-tanda inflasi dan ketidakpastian ekonomi serta geopolitik, mendorong investor menjadikan emas sebagai aset aman.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Harga emas perhiasan maupun batangan di Palembang terus mengalami kenaikan dalam sepekan belakang. Terpantau sepanjang awal 2026, harga emas perhiasan sentuh angka Rp15 jutaan per suku atau 6,7 gram. Sementara harga emas batangan nyaris tembus Rp3 juta per gram untuk logam mulia Antam.

Kenaikan harga tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Selain karena permintaan dan penawaran di pasar, lonjakan harga emas pun disebabkan kondisi ekonomi dunia yang kini dalam situasi krisis atau berada diambang ketidakpastian geopolitik.

1. Badai rebalancing AS memengaruhi harga emas

Ilustrasi emas perhiasan di toko Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menurut Awi, pemilik toko emas Makmur Jaya Palembang, kenaikan harga emas terutama pada jenis perhiasan karena pasar menghadapi dua ancaman. Yakni rilis data nonfarm payrolls dan pengangguran Amerika Serikat (AS) serta "badai" rebalancing.

"Data ini sangat penting dan dinilai krusial untuk membaca arah kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed)," ujarnya.

Sementara di sisi lain, kenaikan harga emas juga disebabkan dari tekanan jangka pendek pasar dunia akibat proses penyesuaian indeks komoditas global yang masih menahan laju penguatan logam mulia.

2. Kenaikan harga emas juga disebabkan tren shutdown AS

Toko Emas Bunga Tanjung Toko Emas Bunga Tanjung menyelenggarakan pameran emas dan berlian di Jawa Tengah bertajuk "Bunga Tanjung Gold & Diamond Expo, World Class Jewelry" di Mal Paragon Semarang pada 4-8 September 2024. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Sedangkan kata Marketing Regional Galeri 24 Pegadaian Area Palembang Ricky Darmawan, untuk kenaikan logam mulia yang saat ini masih berkelanjutan disebabkan arena kebijakan Donald Trump dalam tren shutdown.

Diketahui, kebijakan shutdown Pemerintah AS yang timbul, dipicu karena Donal Trump mengalami kegagalan kesepakatan politik antar negara adidaya lainnya serta dipengaruhi kebijakan shutdown baru terjadi kembali usai berlangsung terakhir kali pada tahun 2018 lalu.

3. Inflasi jadi sebab paling sering yang menyebabkan harga emas naik

Produk emas batangan (logam mulia) yang dijual toko emas. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Selain faktor shutdown Amerika Serikat, harga emas yang kian melejit juga tanda daerah mengalami inflasi. Inflasi merupakan situasi paling sering terjadi saat emas terus melambung.

Kondisi ini pun jadi salah satu faktor utama yang menjawab pertanyaan kenapa harga emas naik terus. Ketika inflasi tinggi, nilai mata uang cenderung turun dan emas yang dianggap safe haven bisa jadi alat untuk melindungi kekayaan.

4. Suku bunga rendah berdampak pada harga emas

Toko emas di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Secara umum, kenaikan harga emas sebenarnya disebabkan berbagai faktor. Tetapi yang paling sering terjadi, kenaikan harga emas didorong kondisi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, seperti krisis, inflasi, dan konflik internasional.

Kondisi tersebut mendorong investor menjadikan emas sebagai aset aman (safe haven). Selain itu, pelemahan nilai tukar Dolar AS turut meningkatkan daya tarik emas sebagai alternatif lindung nilai. Kemudian, permintaan emas yang juga meningkat seiring pembelian bank sentral dan minat investor global turut memengaruhi harga.

Kenaikan harga sering terjadi justru di saat saat kondisi ekonomi memburuk. Hal ini karena pasokan emas makin terbatas karena sifatnya sebagai sumber daya tak terbarukan serta meningkatnya biaya dan kesulitan penambangan.

Selanjutnya, faktor suku bunga rendah turut memperkuat harga emas, karena menurunkan daya tarik instrumen berbunga seperti obligasi dan deposito. Tidak hanya sebagai instrumen investasi, emas juga memiliki permintaan stabil dari sektor perhiasan dan industri, khususnya elektronik

Editorial Team