Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Emas perhiasan
Emas perhiasan di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Intinya sih...

  • Kenaikan harga emas Palembang mencapai Rp1 juta per suku atau 6,7 gram menjadi Rp17,9 juta, berdampak pada sektor perdagangan dan jasa.

  • Lonjakan harga emas dapat mendorong aktivitas perdagangan dan pendapatan daerah, tetapi juga menurunkan daya beli masyarakat terhadap barang lainnya.

  • Kenaikan harga emas yang konsisten berdampak pada inflasi inti dan nilai rupiah, serta memengaruhi suku bunga tinggi jika transaksi dilakukan global.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Harga emas Palembang pada 29 Januari 2026 mengalami lonjakan tajam. Terpantau pada emas perhiasan kenaikan hingga Rp1 juta per suku atau 6,7 gram menjadi Rp17,9 juta. Sementara harga emas batangan kini sudah melebihi nilai Rp3,4 juta per gram untuk Antam.

Kondisi kenaikan harga tersebut, dinilai pengamat ekonomi Sumatra Selatan Amidi, jadi ancaman terhadap sektor perdagangan dan jasa. Katanya, kenaikan emas dapat berdampak lanjutan pada perekonomian wilayah secara umum.

"Jika konsumsi masyarakat melemah, sektor perdagangan dan jasa bisa ikut tertekan," ujarnya, Jumat (30/1/2026).

1. Kenaikan emas berdampak pada pendapatan pedagang

Emas perhiasan di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Namun dari kacamata Amidi, lonjakan harga emas sebenarnya membawa dua sisi sekaligus. Yakni, kenaikan harga emas bisa mendorong aktivitas perdagangan dan berpotensi meningkatkan pendapatan daerah. Tetapi juga dapat menjadi tanda keuangan tidak stabil.

"Yang paling cepat merasakan efek kenaikan harga adalah pendapatan pedagang. Penghasilan ikut terdongkrak," jelasnya.

2. Kenaikan harga emas picu core inflasi

Ilustrasi emas perhiasan. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Namun kata dia, kenaikan harga emas yang berkelanjutan juga membawa risiko bagi masyarakat. Menurutnya, ketika harga emas terus menanjak, sebagian pendapatan warga akan tersedot untuk membeli emas, sehingga daya beli terhadap barang lain berpotensi menurun.

Amidi menyampaikan, tak hanya bicara daya beli, ketika harga emas naik ia juga menyoroti potensi kenaikan inflasi. Dia menyebut, dalam banyak kasus, lonjakan harga emas sering diikuti oleh kenaikan harga barang lainnya.

"Inflasi secara umum menyebabkan kenaikan harga berkelanjutan dengan kondisi core inflasi," katanya.

3. Kenaikan harga emas ubah pola investasi

Ilustrasi emas perhiasan di toko Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumatra Selatan Bambang Pramono jug menyebutkan, bila kenaikan harga emas yang konsisten dan berkelanjutan berdampak pada kondisi core inflasi atau inflasi inti.

"Emas adalah alat investasi, ketika emas harga naik, pasti orang akan rasional dan akan mengalihkan investasi (investasi emas)," ujarnya,

Dia mengatakan, apabila investor sudah memilih dan beralih investasi ke emas, secara tidak langsung akan berdampak dan keterkaitan dengan nilai rupiah serta berimbas pada suku bunga tinggi.

Bambang menyebut, jika kenaikan emas dan saat pembelian maupun penjualan emas tetap berlangsung di Indonesia ini tidak ada masalah. Tetapi katanya, bila transaksi dilakukan global, maka dapat memengaruhi inflasi dunia.

Editorial Team